Harga Stabil, Intervensi Kebutuhan Pokok Dinilai Belum Diperlukan

YOGYA, KRJOGJA.com – Menjelang natal dan tahun baru, ketersediaan barang kebutuhan pokok di Kota Yogya dipastikan tercukupi. Pemerintah pun menilai belum diperlukan intervensi karena harga juga relatif stabil. 

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY Ni Made Dwipanti I, mengungkapkan pihaknya secara rutin menggandeng kabupaten dan kota dalam memantau kondisi kebutuhan harga pokok. 
"Kali ini kami gandeng Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogya untuk melihat kondisi kebutuhan jelang natal dan tahun baru. Cukup kondusif," akunya, di sela pemantauan di Pasar Kranggan, Selasa (10/12/2019). 

Selain Pasar Kranggan, tim gabungan tersebut juga memantau di distribusor skala besar, toko retail, dan berakhir di Pasar Beringharjo. Distributor, toko retail dan pasar tradisional memegang peran penting dalam arus distribusi dan harga komoditas di masyarakat. 

Ni Made Dwipanti, mengaku dari sisi stok sudah cukup terjamin. Hampir tidak ada kelangkaan barang karena ketika komoditas cenderung menipis, pedagang dengan mudah bisa mendatangkan barang. Hanya, beberapa harga kebutuhan ada yang mengalami kenaikan namun dalam batas wajar seperti minyang goreng, telur serta gula pasir. 

"Justru kami awasi penggunaan gula pasir rafinasi. Ada informasi dari distributor, jika gula rafinasi berpotensi dimasukkan dalam konsumsi rumah tangga karena kemasannya disamakan. Padahal gula rafinasi peruntukannya untuk industri. Keamanan pangan yang akan kami awasi," paparnya. 

Sedangkan Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogya Kadri Renggono, mengaku sebagian besar komoditas di Kota Yogya disuplay dari luar DIY. Meski begitu, sejauh ini tidak ditemukan kelangkaan atau gangguan arus distribusinya. Oleh karena itu, pihaknya juga belum merekomendasikan ada intervensi dari pemerintah terhadap kebutuhan bahan pokok.

"Dari sisi stok cukup aman. Informasi dari pedagang juga belum ada lonjakan permintaan. Misal mendekati natal dan tahun baru terjadi lonjakan, suplaynya juga siap. Harapan kami tidak akan terjadi kenaikan harga yang tidak wajar. Ada tiga pasar yang menjadi patokan kami yakni Pasar Demangan, Pasar Kranggan dan Pasar Beringharjo," jelas Kadri.

Salah satu pedagang, Ny Sarmin mengaku, dirinya sama sekali tidak memiliki kesulitan untuk mengakses barang yang hendak dijual kembali. Di wilayah DIY banyak toko retail dengan barang yang lengkap. Selain itu juga ada distributor dengan komoditas tertentu.

"Kalau saya tidak terpaku kulakan di toko atau distributor tertentu. Tapi saya lihat, mana yang harganya lebih miring atau sedang ada diskon. Untuk mendapatkan barang juga mudah," akunya.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI