Harga Telur dan Cabai di Yogya Naik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga komoditas telur ayam ras dan cabai di sejumlah pasar tradisional Yogyakarta cenderung mengalami kenaikan pada akhir November 2018. Merangkaknya harga kedua bahan pangan tersebut disebabkan naiknya permintaan masyarakat menjelang pengujung tahun 2018.

Suyani, penjual sayur mayur di Pasar Beringharjo mengaku sejumlah harga bahan pangan khususnya cabai memang mengalami fluktuasi. Pasokannya sendiri tergolomg lancar baik dari dalam maupun luar DIY. Harga berfluktuasi karena mulai adanya kenaikan permintaan konsumen.

“Harga cabai rawit hijau naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 19.000/kg dan harga cabai rawit merah naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 21.000/kg atau naik setidaknya 5 hingga 8 persen. Sementara cabai merah keriting bertahan di harga Rp 18.000/kg dan cabai merah besar Rp 24.000/kg,” tutur Suyani, Jumat (30/11/2018).

Menurutnya, kenaikan hanya terjadi untuk cabai rawit, sedangkan bawang baik bawang putih maupun bawang merah bertahan stabil. Selain itu, sayuran lainnya seperti tomat, kol atau kubis juga tetap bertahan.

“Harga bawang merah Rp 23.000/kg, bawang putih kating Rp 20.000/kg, bawang putih sinco Rp 17.000/kg, tomat Rp 8.000/- kg dan kobis Rp 9.700/kg,” imbuh Suyani.

Sementara Kepala Disperindag DIY Tri Saktiyana menegaskan, fluktuasi harga bahan pangan masih akan terjadi jelang liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Terutama bahan pangan yang banyak dibutuhkan masyarakat seperti beras, daging, telur ayam maupun cabai.

“Kali ini kenaikan harga dialami telur ayam ras dari Rp 23.200 menjadi Rp 23.350/kg dan cabai rawit. Kenaikannya dipicu karena mulai bertambahnya jumlah permintaan konsumen untuk kebutuhan jelang Natal dan Tahun Baru,” tandasnya.

Tri Saktiyana menambahkan, bahan pangan lainnya masih terpantau stabil yaitu beras, daging sapi, daging ayam, tepung terigu, gula pasir dan minyak goreng saat ini. Pihaknya segera melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan pasokan maupun kelancaran distribusi agar tidak menimbulkan gejolak harga dan memberikan tekanan pada inflasi akhir tahun di DIY. (Ira)

BERITA REKOMENDASI