Hari Ibu, PDRI DIY Perjuangkan Kesetaraan Hak Perempuan, Anak dan Disabilitas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Angka kekerasan pada perempuan, anak dan disabilitas (difabel) di DIY sangat memprihatinkan. Dari 130 laporan di tahun 2019, saat ini di akhir 2021 tercatat ada 1.300 laporan. Atau meningkat 1.000 persen.

“Hal ini mendorong Perempuan Demokrat RI (PDRI) menggelar seminar dengan menghadirkan pembicara kompeten, untuk mencari solusi tepat perempuan dan anak juga disabilitas agar tidak terpinggirkan,” ucap Ketua PDRI DIY Harweni P Hastuti SH MH di Ruang Meeting RM Ingkung Grobog, Timoho Yogya, Senin (20/12/2021).

Seminar diikuti peserta anggota PDRI juga komunitas perempuan dan difabel dengan narasumber Dr Dewi Nurul Musjtari SH MHum (Dosen FH UMY), Dr Najib Ali Gisymar SH MHum CMSE CLA CRA CLI (Advokat Senior) dan Dra Renny A Frahesty (perkumpulan Narasita). Juga dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat DIY Heri Sebayang.

“Seminar juga dalam rangkaian perayaan Hari Ibu, dari seminar ini ada rekomendasi yang akan kita sampaikan ke pihak-pihak terkait,” ucap Harweni.

Nurul prihatin dengan kekerasan seks yang dilakukan pada perempuan anak-anak yang terjadi di Bogor. “Pelaku justru orang dekat yang seharusnya melindungi,” ucapnya.

Sedang Renny A Frahesty menyoroti kiprah politik perempuan yang belum memenuhi kuota. “Pada tahap pencalonan dalam Pemilu bisa mencapai 30 persen, tapi yang terpilih angkanya masih sangat rendah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Najib Ali Gisymar juga memprihatinkan perlakuan diskriminatif pada difabel. “Ada seorang dokter gigi gagal menjadi CPNS karena berkursi roda. Pasal 143 UU No 8 tahun 2016 mengatur sanksi pidana dan denda sampai Rp 500 juta terhadap tindakan orang yang menghalang-halangi atau melarang penyandang disabilitas mendapatkan hak-haknya,” tegas Najib. (Vin)

BERITA REKOMENDASI