Hari Ini KBJ VI Dibuka

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Pemegang tampuk pimpinan di tingkat Provinsi, kabupaten/kota di Pulau Jawa Khususnya, terlebih wilayah Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur tidak boleh lalai dengan kondisi bahasa Jawa di daerah masing-masing. Pasalnya keberadaan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah, memerlukan dukungan politik anggota DPRD, gubernur, bupati/walikota.

"Secara metaforis dapat dikatakan bahwa mata air budaya Jawa adalah bahasa Jawa. Bahkan, sebagian ruh kebudayaan nasional teraliri nilai-nilai bahasa dan sastra Jawa yang manifestasinya disebut budaya Jawa. Konsep-konsep kebudayaan nasional sudah teraliri budaya Jawa, seperti semangat gotong-royong, lembah manah, slogan ngono ya ngono, ning aja ngono, angon rasa, adu rasa menjadi ruh budaya Jawa yang telah diterima sebagai unsur kebudayaan nasional," jelas Ketua Umum Kongres Bahasa Jawa VI Nur Satwiko kepada KRjogja, Senin (07/11/2016).

Namun lanjutnya, dewasa ini debit mata air itu semakin mengecil. Bahasa Jawa sudah tidak banyak memunculkan nilai-nilai baru yang dapat mengaliri budaya nasional. Hal ini tidak boleh dibiarkan dan masyarakat Jawa harus mau cancut tali wanda untuk ber-triwikrama.

Hal iniah yang akan menjadi salah satu bahasan utama dalam Kongres Bahasa Jawa (KBJ) VI di Hotel Inna Garuda Jalan Malioboro Yogyakarta, 8-12 November 2016. Sebagai upaya menggandeng pemerintah daerah untuk mengerti kondisi riil di masyarakat serta sebagai harapan adanya regulasi tentang posisi bahasa Jawa di wilayah masing-masing, turut hadir dalam kesempatan pembukaan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jatim Sukarwo di Hotel iInna Garuda Yogyakarta, Selasa (08/11/2016) malam pukul 19.00 WIB.

"Kami juga mengundang Mendikbud Prof Muhadjir Effendy yang masih dalam konfirmasi. Nantinya Mendikbud dan ketiga gubernur itu juga kami harapkan memberikan paparan makalah kunci dalam rangkaian KBJ VI," sebutnya.

Selain itu juga akan hadir bupati/walikota mewakili beberapa daerah yang memiliki kekhasan dialek, yakni Bupati Blora, Bojonegoro, Tulungagung serta plt Walikota Yogyakarta. Pada KBJ VI ini sendiri mengangkat tema 'Basa Jawa Triwikrama' dengan harapan masyarakat Jawa mampu membangunkan segala kekuatan untuk mereformasi permasalahan yang dihadapi masyarakat Jawa berkaitan dengan kondisi bahasa Jawa. (R-7)

BERITA REKOMENDASI