Harokah Islamiyah Dukung Pemilu Damai

YOGYA, KRJOGJA.com – Laskar Harokah Islamiyah berkumpul di Alun-Alun Utara Rabu (6/3/2019) pagi. Organisasi masyarakat (Ormas) berbasis Islam tersebut mendeklarasikan dukungan pada pemilu damai 17 April 2019 mendatang. 

Ketua Harokah Islamiyah Ustad Budi Santoso mengatakan Harokah Islamiyah berkomitmen mendukung pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 yang aman, damai dan bermartabat di Indonesia. 

Menurut Budi, Harokah Islamiyah mengharapkan seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta agar bisa bersikap cerdas dan tegas menolak semua berita hoax, ujaran kebencian, isu sara dan provokasi yang dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara ini. 

“Saya berharap dalam pemilu nanti khususnya masyarakat Yogyakarta dapat  melaksanakan pemilu dengan sejuk dan penuh kekeluargaan. Perbedaan pilihan itu wajar, mari kita hormati dan hargai yang terpenting mari kita jaga kerukunan,perdamaian . Siapapun nanti yang terpilih itu adalah pilihan bangsa Indonesia," ungkapnya pada wartawan sesaat sebelum deklarasi. 

Dewasa ini menurut Ustad Budi iklim perpolitikan Indonesia memang cukup hangat dengan bumbu berbagai isu yang dikembangkan pihak-pihak tak bertanggungjawab. Namun di sisi lain hal tersebut menjadi proses mematangkan dan mendewasakan masyarakat untuk berdemokrasi yang bermartabat sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. 

“Berbeda warna baju, partai dan pilihan itu hal biasa jadi sangat sampai membuat rasa saling menghargai dan menghormati hilang. Kami percaya di Yogyakarta, masyarakat masih menjunjung tinggi rasa saling menghargai, menghormati dan memahami pilihan berbeda,” sambungnya. 

Sementara Pembina Harokah Islamiyah yang juga tokoh masyarakat H Syukri Fadholi mewanti-wanti agar umat Islam bersama mewujudkan pemilu damai 17 April 2019 nanti. Menurut dia, umat Islam sejak awal memiliki kontribusi besar menjaga NKRI yang harus terus dipertahankan kedepan. 

“Jangan sampai perbedaan pandangan jadi permusuhan, demokrasi yang saat ini dianut bangsa Indonesia harus dihargai dan dijunjung. Berbeda pilihan itu wajar, tapi kita semua harus menjaga persatuan bangsa dan Umat Islam di Yogyakarta punya komitmen moral untuk berkorban demi pemilu nanti,” tegasnya.

Syukri meminta Harokah Islamiyah untuk berperan aktif menjaga ketertiban dengan menjaga kekuatan massa agar tak muda terprovokasi. “Saya pesan, agar laskar yang ada di Yogyakarta ini bisa menjaga kekuatan masing-masing agar tak mudah terprovokasi. Kita harus bersama berikhtiar mengedepankan etika dan moral yang baik untuk mewujudkan pemilu damai. Mau pilih Jokowi boleh, Prabowo juga tidak mengapa, terpenting siapapun pemimpin yang terpilih nanti kita harus wajib menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI