Haryadi Suyuti Akui Sudah Dikonfirmasi KPK Terkait Kasus Saluran Air Hujan

YOGYA, KRJOGJA.com – Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengaku sudah diperiksa KPK terkait kasus korupsi pembuatan Saluran Air Hujan (SAH) di Umbulharjo Kota Yogyakarta. Haryadi mengatakan sempat ditanya kedekatan dengan terdakwa Jaksa Eka Safitra dan dugaan adanya aliran dana. 

Baca Juga: Nama Haryadi Suyuti Muncul di KPK, Forpi Minta Proyek Soepomo Diusut Tuntas

Kepada wartawan Jumat (8/11/2019) Haryadi mengaku sudah diperiksa KPK pada Selasa (5/11/2019) lalu di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY. Meski begitu, Haryadi mengatakan ia hanya dimintai klarifikasi terkait dugaan tersebut. 

"Kalau diundang (KPK) ya datang, ditanya sebagai saksi ya menjawab, kan begitu saja, jadi seperti itu. (Pemeriksaan) sudah Di BPKP (DIY) hari Selasa (5/11/2019). Tidak lama kemarin (waktu pemeriksaan),” ungkap Haryadi. 

Beberapa pertanyaan ditanyakan penyidik KPK diantaranya kedekatan dengan Jaksa Eka Safitra. “Ditanyakan mengenai, kenal ndak dengan ini (Eka Safitra), ya saya bilang tahu tapi tidak kenal. Karena saya tahu masalah itu setelah OTT. Terus yang disangkanya ada dugaan aliran dana dari Dinas (PU) dan kami ke Kejaksaan (Negeri Kota Yogyakarta), ya saya jawab tidak ada, udah itu saja," tandas dia. 

Baca Juga: Proyek Mandeg Tersangkut OTT KPK, Warga: Cepet Ndang Dirampungke!

Orang nomor satu di Kota Yogyakarta inipun mengaku siap koorperatif pada KPK bila nantinya masih dibutuhkan dalam mekanisme proses yang dijalani dalam kasus tersebut. Sesuai mekanisme, kami mendukung proses hukum, dan memang menurut saya harus sampai kami karena klarifikasi sebagai penanggungjawab anggaran kan di saya, jadi saya dikonfirmasi, ada nggak (aliran dana) dan saya jawab tidak ada,” pungkas dia. 

Sebelumnya, KPK melalui juru bicara Febri Diansyah memberikan pernyataan telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi atas kasus suap lelang pekerjaan rehabilitasi Saluran Air Hujan di Umbulharjo Kota Yogyakarta yang menjerat dua orang jaksa. Lewat para saksi itu, KPK menelusuri dugaan penerimaan lain tersangka jaksa Eka Safitra dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Walikota Yogyakarta. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI