Haryadi Suyuti Peringatkan Lesehan ‘Nuthuk’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Lesehan Intan di Jalan Malioboro mendadak jadi trending topic di sosial media setelah 'nuthuk' harga pada wisatawan yang menyantap hidangan di kala libur Lebaran. Alhasil, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui UPT Malioboro menutup ruang usaha tersebut hingga 3 Juli 2017 sebagai sanksi.

Ternyata hal ini mendapat perhatian dari walikota – wakil walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti – Heroe Poerwadi yang secara langsung merasakan pengalaman makan di lesehan Malioboro Sabtu (01/07/2017) malam. Haryadi mengungkap mendukung langkah tegas UPT Malioboro yang menindak tegas oknum PKL yang ‘nuthuk’ harga pada wisatawan.

"Menaikkan harga itu yang wajar tak masalah tapi kalau sampai ke sosial media kan berarti sudah keterlaluan. Kalau begini, wisatawan yang kapok datang ke Malioboro, tidak boleh lah harusnya," ungkap Haryadi.

Di media sosial, beberapa hari lalu muncul treding mengganti Malioboro menjadi Mahalyoboro yang tentu saja merupakan sindiran keras bagi pelaku usaha di lokasi ikonik Yogyakarta tersebut. Bahkan tak sedikit yang mengungkap praktek nuthuk telah berlangsung sejak lama dan masih sama saja meski peraturan pencantuman harga sudah diberlakukan.

Sementara Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh Wibowo mengungkap apa yang dilakukan pengelola Lesehan Intan bukan merupakan nuthuk harga karena mereka telah mencantumkan daftar harga. Namun, UPT tak memungkiri kecolongan lantaran harga yang dipatok sangat tinggi tak wajar untuk sekelas makanan lesehan.

"Kita akan evaluasi ijinnya, bisa saja kita cabut, tapi sementara tak boleh berjualan hingga 3 Juli 2017. Kami juga sudah bertahu berkali-kali agar jangan membuat wisatawan kapok karena Malioboro ini wajah Yogyakarta," tegasnya.

Beberapa hari terakhir, netizen ramai membicarakan mahalnya makan di lesehan Malioboro hingga mereka merasa takut bahkan kapok jajan di lokasi tersebut. Diskusi bahkan memenuhi kolom komentar postingan salah satu wisatawan yang menfoto nota pembayaran saat makan di Lesehan Intan yang mencapai Rp 490 ribu untuk 7 orang dengan harga 4 ayam goreng mencapai Rp 120 ribu. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI