Hasoe Tetap Pede Berkostum Nyentrik Ditemani Penyanyi Seksi

Editor: Ivan Aditya

PENAMPILAN nyentrik seolah menjadi ciri khas seniman satu ini. Dengan berbagai kostum ia mengubah dirinya menjadi tokoh-tokoh unik yang tak lazim dilakukan seorang musisi di atas panggung. Dalam suatu pementasan terkadang dandanan ala Rama Aiphama dipilihnya, namun lain hari ia bisa menjelma menjadi seorang super hero atau bahkan berseragam Polisi dari negeri rekaannya sendiri.

Dialah Hadi Soesanto, seorang seniman sekaligus musisi yang telah malang melintang dalam dunia hiburan musik dangdut organ tunggal di Yogya. Karena kepiawaiannya itu, Hasoe begitu ia akrab disapa percaya diri menambahkan embel-embel gelar ‘Sarjana Elekton' di belakang namanya.

Dilahirkan di Jember 51 tahun lalu, Hasoe sebenarnya lebih dekat dengan dunia seni melukis. Sampai saat ini pun seni lukis masih terus digelutinya, karena itu pula tak heran jika goresan kuas di atas kanvas hasil karyanya telah mengantarkan Hasoe keliling dunia.

“Semua bermula dari seni melukis. Namun ternyata saya juga memiliki bakat lain dalam seni yakni bermusik. Berawal dari coba-coba pegang elekton, akhirnya bisa menjadi sampai seperti sekarang ini,” ungkap Hasoe.

Pada tahun 1996 pria yang gemar memelihara anjing ini bergabung dengan kelompok campur sari. Dari situlah Hasoe belajar banyak memainkan alat musik elekton hingga akhirnya tahun 1999 ia memutuskan bersolo organ tunggal khususnya musik dangdut.

Tahun-tahun itu organ tunggal untuk mengisi berbagai acara sedang naik daun. Hiburan elekton dianggap sebagai alternatif untuk menggantikan orkes dangdut maupun band musik yang tentunya membutuhkan biaya besar untuk mendatangkannya.

Persaingan musisi organ tunggal untuk mendapat job manggung juga tak kalah santer saat itu. Hal inilah yang membuat Hasoe memutar otak untuk bagaimana caranya menampilkan sesuatu yang berbeda agar bisa lebih dikenal.

Ia lantas terpikir untuk memilih tampil ‘nyleneh’ dengan paduan kostum yang dikenakannya. Hasoe mencoba mendobrak tatanan lazimnya seorang solo organ yang tampil rapi mengenakan setelah jas dengan sepatu mengkilat.

Masih diingat Hasoe kala itu ia tampilan nyentrik untuk pertama kalinya dengan pakaian ala Rama Aiphama, lengkap mengenakan topi tinggi serta kacamata hitam. Ternyata dandanan itu justru mampu menarik perhatian penonton sehingga penyelenggara acara menjadi puas.

“Kebetulan waktu itu masih punya sisa kain kiloan jadi terpikir untuk membuatnya menjadi kostum, sederhana saja saat itu buat kostum Rama Aiphama atau Farid Harja. Pingin tampil beda saja, juga menghilangkan image kalau dangdut hanya untuk kalangan middle kebawah,” ungkap pria yang kini menetap di kawasan Gamping Sleman itu.

Kesuksesan perdananya itu membuat Hasoe menjadi ketagihan. Berbagai kostum unik lainnya mulai dirancangnya sendiri mulai dari tokoh pahlawan super, pakaian Tionghoa, badut hingga seragam meniru ala Polisi juga dimilikinya.

Kenylenehan Hasoe tak berhenti sampai di situ. Ia mulai menggandeng para penyanyi lokal untuk bergabung bersamanya dalam manajemen Hasoe Angels. Tak sembarangan penyanyi yang dipilih Hasoe, cantik dan seksi menjadi syarat utama untuk dapat menjadi seorang Hasoe Angels.

“Yang pasti harus cantik dan seksi, karena musik dangdut tidak bisa dilepaskan dari dua faktor tersebut. Sebelumnya juga diadakan audisi kecil-kecilan untuk mengukur sejauh mana penampilannya nanti di panggung,” ujarnya.

Tak lupa para Hasoe Angels ini juga didandani nyentrik seperti dirinya. Ada yang memakai kostum seperti dikenakan karyawati minimarket kenamaan, berkostum perawat, ataupun mengenakan seragam layaknya pelajar sekolah.

Saat ini tercatat ada sekitar 20 biduan dangdut bergabung dalam Hasoe Angels. Nama-nama seperti Anggita Tata, Uci Farantika, Dhee Kii hingga si seksi Anggun Cantika kemana-mana akan selalu tampil dalam pementasan Hasoe.

Hasoe tak akan berhenti untuk terus berinovasi guna menciptakan keunikan baru di atas panggung melalui tema kostum-kostumnya. Aksi panggung sang ‘Sarjana Elekton’ dengan para Hasoe Angels yang mengoda akan selalu dinanti para pengemar dangdut dan yang pasti bakal membuat siapapun sampai ‘kevelet vivis’. (Van)

BERITA REKOMENDASI