Hati-hati, Anak Mengalami Stunting

YOGYA, KRJOGJA.com – Perbaikan gizi anak Indonesia harus ditingkatkan, mengingat berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, persentase 30,8% anak Indonesia mengalami stuntingy atau keadaan tubuh yang pendek.

“Hal ini terjadi karena kurangnya gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Hati-hati risikonya apabila anak mengalami stunting,” ujar Dea Rachma Immelinia, Jumat (02/10/2020). Hasil riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dilakukan bersama Moza Restu Fauzia, Ananda Majidah Sudiro dengan pembimbing Dr Kintoko Apt MSc.

Dea Rachma mengatakan, stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal. Sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental serta dapat mempengaruhi kecerdasan. “Saat anak masih dalam kandungan, pemenuhan kebutuhan gizi untuk ibu hamil juga harus diperhatikan,” kata Moza Restu Fauzia.

Menurut Dea Rachma, Moza Restu dan Ananda Mujidah, salah satu upaya atau solusi yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi makanan tinggi protein. Hal ini karena sangat penting bagi pertumbuhan dan kecerdasan khususnya bagi balita dan anak-anak di masa pertumbuhan. Protein merupakan zat yang penting dalam proses pertumbuhan anak karena berfungsi sebagai pembangun jaringan tubuh, memproduksi hormon, membentuk antibodi untuk kekebalan tubuh, memproduksi enzim untuk proses metabolisme tubuh dan kecerdasan.

BERITA REKOMENDASI