Haul Mbah Moenawwir Digelar Virtual

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mengingat masih pandemi Covid-19, maka acara haul ke-82 pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Almgahfurlah KH M Moenawwir bin Abdullah Rosyad ke-82 pada Sabtu (23/01/2021) mendatang akan dilaksanakan secara internal untuk keluarga dan santri. Namun masyarakat umum, termasuk para alumni bisa mengikuti secara langsung melalui live streaming YouTube Almunawwir TV.

“Haul kali ini sangat ringan dan enteng dari segi kepanitiaan dan perlengkapan, namun menyayat hati bagi para alumni dan masyarakat yang setiap tahunnya selalu datang hormat haul mbah Munawwir,” kata Chaidar Muhaimin Afandi bin Munawwir, salah satu cucu Mbah Moenawwir, kepada KRJOGJA.com, Senin (18/01/2021).

Kondisi ini, menurutnya, bagi para alumni merupakan sebuah ujian mahabbah kepada maha guru Quran. Bagaimana tidak, biasanya menjelang haul banyak sekali kegiatan yang yang dilaksanakan. Setiap tahunnya para alumni menjadikan haul sebagai ajang reuni dan mengenang masa-masa ketika berada dalam dunia pembelajaran dan waktu setoran hafalannya dulu.

“Kami dari keluarga berusaha menghibur hati para alumni agar hati mereka tidak pada kecewa dengan keinginan menghadiri haul seperti tahun lalu. Kami dari keluarga menyadari ini sesuatu yang perlu ditafakkuri bersama,” tambahnya.

Pihaknya berusaha menghibur hati alumni dan masyarakat, dalam hal ini pecinta Quran, dengan memanfaatkan aplikasi Zoom dan kanal YouTube. Dalam hal ini, para alumni bisa hormat haul lewat youtube bersama keluarga masing-masing di rumah, sambil memberikan didikan cinta dari ulama lewat haul virtual.

“Memang rasanya berbeda antara offline dibanding dengan online. Akan tetapi saya meyakini semua santri atau alumni sangat bisa bijak menyikapi keadaan haul kali ini,” tambahnya.

Diingatkan, pemerintah sedang berusaha dan berjuang keras memutus mata rantai penyebaran covid 19. Presiden Jokowi selaku Kepala Negara sudah menyikapi dengan bijak dan mencari solusi yang terbaik buat rakyatnya.

Sejalan dengan instruksi PBNU sebagai organisasi kiai yang memasyarakatkan keberadaannya, telah mengeluarkan maklumat agar semua pondok pesantren dan Nahdliyin wajib menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. Ini tidak bertentangan pula dengan sifat dasar dari ajaran pesantren yang bersemboyan sehat bagian dari pada iman. (Fie)

BERITA REKOMENDASI