Hemodialisa dan Bahagia Tingkatkan Kualitas Pasien Gagal Ginjal

YOGYA, KRJOGJA.com – Bahagia ada dalam setiap orang. Dalam kondisi sehat maupun sakit, merasa bahagia mutlak dimiliki agar kualitas hidup tetap terjaga. 

Hal tersebut dikemukakan psikolog UGM, yang juga motivator Drs Sumaryono MSi dalam Gathering Pasien, pendamping, perawat dan dokter Klinik Hemodialisa Nitipuran yang bertajuk 'Sehat dengan Hemodialisa', Minggu (14/1). 

Acara yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Riss Yogyakarta selain Sumaryono hadir juga Elisa Jamison, selaku trainer senam otak.

Baca Juga : Gagal Ginjal, Bukan Berarti Hidup Selesai

"Bahagia yang autentik terkait erat dengan kondisi psikologis, dan diperoleh dari peningkatan kualitas diri sendiri," kata Sumaryono yang dalam kesempatan tersebut juga mengajarkan senam tawa kepada para peserta," kata Sumaryono.

Menurutnya, hidup bahagia adalah mengenang peristiwa yang menyenangkan dan melupakan peristiwa yang tidak mengenakan. Bahagia juga didapat dari pikiran positif. 

Sedang Elisa Jamison mengajarkan, senam otak yang dikuti antusias oleh peserta. Tawa dan canda seketika pecah, saat peserta kesulitan melakukan senam otak yang terlihat sederhana.

Pimpinan Klinik Hemodialisa Nitipuran Dr dr Arlina Dewi MKes AA mengatakan saat ini klinik yang dipimpinnya menangani sekitar 90 pasien gagal ginjal kronis. Semua pasien terkaver oleh BPJS Kesehatan, sehingga tidak mengeluarkan biaya. "Cuci darah memang tidak bisa menyembuhkan, tapi bisa meningkatakan kualitas hidup seseorang yang terkena gagal ginjal kronis," jelasnya.(Apw)

BERITA REKOMENDASI