Hikmah Pandemi Covid-19, Orang Tua Semakin Menghormati Guru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Dr H Khoiruddin Bashori MSi mengatakan ada hikmah yang dipetik dari Pandemi Covid-19. Sekarang banyak orang tua yang semakin menghormati guru, karena jadi guru itu ternyata susah sekali.

“Kita mendorong orang tua untuk menjadi guru utama. Sebab selama ini orang tua hanya menjadi guru bantu,” kata Khoiruddin, saat bersilaturahmi di Kedaulatan Rakyat, Rabu (15/07/2020).

Turut hadir sejumlah pengurus Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta. Antara lain, Hajar Pamadhi, Akhir Lusono, Lusi Primaria, Khamim ZP, Sumaryanto MZ, M Sudaryanto dan Mujiyono. Mereka diterima Komisaris Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, Prof Dr Inajati Adrisijanti dan Direktur Keuangan Imam Satriadi SH, serta Pemimpin Redaksi KR Drs H Octo Lmpito MPd.

Namun dibalik itu, kata dia, kualitas pendidikan di Yogyakarta mengalami penurunan seiring dengan pandemi Covid-19. Hal itu diakibatkan oleh rendahnya intensitas belajar siswa dan turunnya frekuensi pembelajaran.

Menurut Khoiruddin, diawal semuanya gagap. Baik guru maupun siswa mengalami masa transisi. “Tetapi sekarang sudah berlalu dan akrab dengan dunia daring,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penurunan kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta juga ada andil dari para guru. Data Balitbang menyebutkan bahwa tidk banyak guru yang serius mengejar ketuntasan mengajar. Yang penting pembelajaran jalan, kurikulum tidak tercapai ya tidak apa-apa. “Tetapi kita bisa memaklumi dalam kondisi krisis seperti ini,” tandasnya.

Untuk menambal kekurangan itu, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, sudah menerapkan kebijakan guru kunjung. Di mana para guru mendatangi siswa, terutama untuk kelompok marginal. “Ini perlu dilakukan. Meskipun banyak protes, kaitannya dengan kesehatan. Sebab sentuhan emosional dan pribadi guru punya peran penting,” tuturnya.

Sedang Prof Dr Inajati menuturkan, di masa yang sulit seperti sekarang ini, baik pemerintah, pendidik maupun siswa harus melakukan adaptasi terhadap sesuatu yang baru, karena banyak kendala yang menghadang. Baik itu kendala infrastruktur, maupun metode pembelajarannya. (Ogi)

BERITA REKOMENDASI