Hilangkan Parkir Liar ‘Nuthuk’, Polisi Siap Bekingi Pemda

YOGYA, KRJOGJA.com – Ditangkapnya tiga juru parkir (jukir) liar yang memberlakukan tarif selangit di kawasan Alun-Alun Utara Selasa (26/12/2017) kemarin agaknya menjadi signal keseriusan aparat penegak hukum untuk memerangi tindakan merugikan yang membawa stigma buruk bagi Kota Yogyakarta, terlebih pada masa liburan seperti saat ini. Pihak kepolisian bahkan tak segan meminta masyarakat untuk melapor bila menemukan kasus serupa di wilayah hukum Polresta Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Polisi Tommy Wibisono Rabu (27/12/2017) mengungkap untuk saat ini pihaknya hanya bisa menerapkan pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi para jukir liar tersebut. Namun, secara khusus pihaknya siap melakukan pendalaman terhadap kasus parkir liar apakah masuk unsur pidana lainnya di dalamnya.

“Kami terus lakukan pendalaman, kalau ada tanda-tanda lain seperti ancaman atau bahkan menggunakan alat maka bisa kita gunakan pasal pidana. Termasuk karcis apakah palsu dan dicetak sendiri, masuk pada penipuan atau tidak kita juga terus melakukan pendalaman,” tegas Kapolresta.

Kapolresta berharap Pemda dalam hal ini Pemkot Yogyakarta membangun sistem hukum kuat agar kasus serupa tak terjadi lagi. “Karena yang mengawaki pemda maka kami menghimbau agar dibuat sistem agar tak ada lagi parkir liar. Tidak perlu ragu karena polisi siap menyertai,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan tiga jukir liar di Jalan Pekapalan Alun-Alun Utara karena memberlakukan tarif selangit mencapai Rp 20 ribu. Ketiga orang yakni Nur (46) warga Pendowoharjo Sewon Bantul, Res (31) warga Kauman Ngupasan Gondomanan dan Sar (55) warga Sewon Bantul dipaksa menginap di Mapolresta sebagai efek jera sebelum mengikuti sidang di pengadilan hari ini. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI