HIMKI DIY Akan Sediakan Cluster Industri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Sejak dibentuk awal tahun lalu, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) komitmen mendorong pertumbuhan UMKM mebel dan kerajinan, dengan memberikan problem solving setiap permasalahan yang dihadapi. Salah satu permasalahan yang paling dikeluhkan para penguasaha adalah sulitnya mengurus perizinan ekspor termasuk ,mendapatkan verifikasi legalitas kayu atau yang disebut SVLK.

Ketua DPD HIMKI DIY, Timbul Rahario mengatakan, dari 300 pengusaha mebel dan kerajinan di DIY baru 10 persen yang mengantongi SVLK. Para pengusaha biasanya tersandung saat akan mengurus SVLK ini karena tidak bisa menunjukkan dokumentasi peruntukan tanah. Alhasil hasil produk mebel dan kerajinan tidak bisa diekspor karena dianggap illegal (tanpa SVLK).

Sebagai jalan keluar, HIMPI DIY akan mencoba menyediakan cluster (tanah) untuk industri, dengan begitu tidak ada alasan lagi tidak dikeluarkan izin ekspor ataupun SVLK. “Cluster ini untuk memberikan ruang dan fasilitas khusus kepada UMKM terkait perizinan,” terang Timbul kepada wartawan disela Rakerda HIMKI DPD DIY di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, Kamis (25/08/2016).

Namun untuk menyediakan cluster tersebut bukan urusan mudah karena harus membeli tanah.Untuk itu pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, SKPD dan perbankan. “Harapan kami diberi kemudahan untuk kredit,” katanya.

Sedangkan untuk mengejar target ekspor 5.000 miliar USD pertahun, menurut Timbul, ada beberapa program prioritas yang harus segera dijalankan. Selain mempermudah perizinan dan pengembangan cluster,perlu memperluas pasar dan mengembangkan kreatifitas desain,produksi dan distribusi.

Untuk memperluas pasar, HIMKI akan menyelenggarakan Indonesia International Furniture Expo (IFEX), 11-14 Maret 2017 di Jakarta International Expo. Sekretaris DPD HIMKI DIY Yogi Anindya Putra mengatakan, IFEX merupakan pameran yang menghadirkan hampir seluruh pelaku utama industry mebel dan kerajinan Indonesia. Melalui pameran ini, para peserta dipertemukan dengan ribuan buyer, distributor serta agen dari berbagai belahan dunia mulai Eropa, Timur Tengah, Eropa dan Amerika Serikat. (R-2)

BERITA REKOMENDASI