Hindari Gejolak, Formayo Usul Tunda PPDB DIY

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sangat krusial, karena menyangkut banyak harapan dan kesempatan dalam melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Karena itu, pelaksanaan PPDB hendaknya diundur, untuk memberikan waktu lebih banyak kepada penentu kebijakan di daerah dalam menyusun kembali Peraturan Kepala Daerah dan Petunjuk Pelaksana (Juknis), sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Desakan untuk menunda tersebut disampaikan Forum Masyarakat Yogya Istimewa Peduli Pendidikan (Formayo) kepada Pemda DIY. “PPDB memang sangat krusial. Sebelumnya Pemda DIY, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY telah menyusun format yang diharapkan harapan masyarakat pada umumnya, setelah melalui diskusi panjang,” ujar Ketua Formayo, Najib M Saleh, Selasa (7/4).

Dijelaskan Najib, sebetulnya telah terbit Peraturan Gubernur (Pergub) PPDB DIY 2020. Namun saat ini, terjadi wabah virus Korona (Covid-19) yang berujung pada penghapusan Ujian Nasional (UN) membuat kebijakan yang tersusun menjadi berubah. Perubahan ini, jika tidak hati-hati bisa menimbulkan kegaduhan.

Menurut Najib, untuk jenjang SMA dan SMK, biasanya proses PPDB dilakukan pada bulan Juli. Maka untuk tahun ini, bisa diundur, di bulan Agustus-September, atau melihat perkembangan wabah Covid-19. “Dengan demikian Pemda DIY bisa mempunyai waktu banyak dalam menyusun kebijakan yang tepat, setelah dihapuskannya UN. Saat ini sudah muncul keinginan Mendikbud agar UN diganti dengan nilai rapor. Namun yang menjadi persoalan adalah, tidak ada standar nilai rapor. Setiap sekolah, bahkan setiap guru punya standar yang berbeda-beda,” ujar Najib yang juga menjabat Ketua II DPP Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKPKBM).

BERITA REKOMENDASI