HMPS IH Soroti Kebijakan Pemerintan Soal Penanganan Covid-19

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HMPS IH) menggelar seminar nasional di Univeritas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka), Rabu (25/11/2020). Seminar ini mengangkat tema ‘Akuntabilitas Pemerintah dan Carut Marut Kebijakan Penanganan Covid-19’.

Seminar Nasional yang diadakan HMPS IH mengundang lima pembicara yaitu Eko Suwanto (Komisi A DPRD DIY), Gugun El Guyanie (Akademisi Tata Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Jamaludin Ghafur (Akademisi Tata Negara UII), Rahmat Sutopo (Kepala Bidang Informasi dan komunikasi Publik Diskominfo DIY) dan Danang Samsurizal (Kepala Bidang Penanganan Darurat).

Seminar Nasional kali ini diadakan secara offline semi online. Kurang lebih 100 peserta mengikuti acara ini dengan antusias tinggi. Peserta yang mengikuti seminar secara offline dalam acara ini mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin.

Ketua HMPS-IH, Yusron Mustofa dalam sambutannya mengatakan diangkatnya tema ini berawal dari resahnya mahasiswa karena berbagai macam kebijakan yang diambil pemerintah sejauh ini terbukti gagal memperlambat laju penyebaran Covid-19. Ditambah dengan inkonsistensi pemerintah ketika mengeluarkan beberapa kebijakan dalam penanganan pandemi covid19 turut menjadi latar belakang penentuan tema seminar tersebut.

Rahmat Sutopo dalam penyampaian materinya, memberikan data-data yang cukup jelas bagaimana persebaran Covid-19 di DIY. Dikatakannya sampai saat ini di Yogyakarta total terdapat 5.453 kasus Covid-19 dimana 4.141 yang sembuh dan 136 meninggal dunia.

Dikatakannya untuk menekan angka kasus yang terus naik, diperlukan disiplin dari masyarakat, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menaati protocol kesehatan. Ia juga menambahkan negara tidak pernah melarang mahasiswa untuk melakukan demonstrasi, karena hak mengeluarkan pendapat ini dilindungi undang-undang.

“Namun di masa pandemi ini, banyak mahasiswa yang mengikuti aksi tidak menaati protokol kesehatan. Sampai saat ini vaksin Covid-19 belum juga ditemukan, satu satunya cara untuk menghindarinya dengan tertib serta disiplin menaati protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Eko Suwanto untuk mengatasi Covid-19 ini mahasiswa harus turut memberikan kontribusi dan kerja sama. Tukuannya agar terbentuk sinergi antara mahasiswa, masyarakat, perguruan tinggi dan pemerintah setempat dalam bersama-sama memberantas Covid-19. (*)

BERITA REKOMENDASI