Hotel Mulai Potong Gaji Karyawan Akibat Okupansi Anjlok, Bagaimana di Yogya?

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat hunian perhotelan atau okupansi di DIY baik hotel bintang maupun nonbintang di DIY drop alias anjlok dari 70 persen menjadi 35 persen selama awal Maret 2020 karena terdampak Virus
Korona. Okupansi perhotelan di DIY tersebut meskipun terjun bebas tetapi masih terbantu dengan adanya wisatawan nusantara (wisman) yang sangat loyal berkunjung ke DIY.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Internasional (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, okupansi perhotelan di DIY masih berkisar antara 65 persen hingga 70 persen selama Januari sampai Februari 2020. Namun dengan mewabahnya Virus Korona, okupansi perhotelan di DIY langsung anjlok.

“Tingkat hunian perhotelan di DIY masih bagus bisa mencapai 70 persen selama dua bulan lalu, meski itu masa musim sepi tamu. Setelah ada WNI yang dinyatakan positif Korona, okupansi langsung drop di angka 40
persen dan sekarang hanya 35 persen pada pekan kedua Maret 2020,” ujar Deddy di Yogyakarta, Rabu (11/3).

Deddy mengakui kondisi anjloknya okupansi perhotelan ini tidak hanya terjadi di DIY semata, tetapi juga dialami berbagai daerah lainnya. Kondisi tingkat hunian hotel di daerah lain lebih parah daripada DIY terlebih yang mengandalkan tamu wisatawan mancanegara (wisman) selama ini.

Okupansi perhotelan di daerah lain lebih terpuruk, bahkan ada hotel di Bandung yang sampai memotong gaji karyawannya karena sepi tamu. “Kita masih bersyukur ada wisatawan domestik sehingga ini menjadi catatan tersediri,” katanya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI