Hotel Toegoe Perlu Difungsikan Kembali

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kondisi Hotel Toegoe disebelah timur Stasiun Yogyakarta yang tidak terawat dan terbengkalai, sangat disayangkan banyak pihak. Padahal Hotel Toegoe tersebut termasuk cagar budaya bernilai sejarah tinggi yang seharusnya dirawat dengan baik.

Pengamat sekaligus pecinta cagar budaya, Prof Dr Inajati Adrisijanti mengatakan, Hotel Toegoe ini berada di Sumbu Folosofi Yogyakarta, sehingga jika dibiarkan tidak terurus tentu akan mengurangi keindahan. Menurutnya, perlu ada upaya dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan DIY untuk mendorong pemilik bangunan tersebut agar merawat atau memfungsikan kembali bangunan tersebut. "Bisa difungsikan kembali menjadi hotel, restoran atau apapun termasuk diberi penambahan, asalkan tetap sesuai aturan yang berlaku yaitu tidak boleh mengubah keaslian bangunan," terang Guru Besar Arkeologi FIB UGM ini kepada KR

, Kamis (24/1).

Dikatakan Prof Inajati, sudah banyak contoh bangunan cagar budaya di Yogyakarta dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis seperti hotel atau restoran. Misalnya Hotel Phoenix atau restoran Pizza Hut di Jalan Jenderal Sudirman yang memanfaatkan bangunan cagar budaya, juga Hotel Inna Malioboro (Hotel Inna Garuda) yang juga mempunyai bangunan cagar budaya. "Peraturan perundangan yang mengatur tentang cagar budaya itu tidak mengikat mati, sehingga boleh ada penambahan-penambahan di bangunan tersebut," ujarnya.

Dijelaskan Prof Inajati, fungsi awal dibangunnya Hotel Toegoe memang sebagai hotel. Menurutnya, dulu kereta api tidak jalan pada malam hari. Sehingga penumpang dari Batavia dengan tujuan Solo pasti berhenti dulu di Stasiun Tugu (Stasiun Yogyakarta) dan menginap di hotel tersebut, baru melanjutkan perjalanan ke esokan harinya. Hotel Toegoe juga menjadi saksi sejarah peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadi salah satu target para pejuang RI merebutnya dari tentara Belanda. 

"Kalau Hotel Toegoe bisa difungsikan kembali akan memberi banyak manfaat bagi masyarakat, salah satunya edukasi sejarah. Selain itu akan menambah keindahan kota dan menjadi daya tarik wisatawan," pungkasnya. (Dev)
                

BERITA REKOMENDASI