Hujan Es Landa DIY, Ini Penjelasan BMKG

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga di beberapa wilayah DIY seperti Turi, Cangkringan, Ngemplak Sleman dan juga Kota Yogyakarta merasakan fenomena hujan es beberapa hari terakhir ini. Es turun dari langit dengan cukup besar hingga seukuran kelereng dan sempat membuat pengguna jalan menepi dan genteng rumah warga bocor.

Kepala Stasiun Klimatologi, BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan terjadinya hujan es disebabkan karena adanya awan Cumulunimbus yang tinggi. Terangkatnya massa udara ke atas atmosfer membuat awan mengalami pendinginan dan menjadi kristal es.

“Saat awan sudah masak dan tidak mampu menahan berat uap air, terjadi hujan lebat disertai es. Es yang turun ini bergesekan dengan udara sehingga mencair dan ketika sampai permukaan tanah ukurannya lebih kecil,” ungkapnya melalui pernyataam tertulis.

Hujan es menurut Reni masih berpeluang terjadi selama musim hujan hingga pancaroba sekitar periode April. Namun, sifat hujan es ini lokal atau dalam radius 2 kilometer.

“Penyebabnya ini pertumbuhan awan Cumulunimbus yang lebih dari 10 kilometer. Hujan ea masih berpeluang terjadi pada musim hujan hingga pancaroba,” lanjutnya.

Sementara berdasar data BPBD DIY, hujan rs yang terjadi Rabu (03/03/2021) siang tadi dirasakan di beberapa tempat seperti Jetis Kota Yogyakarta, Turi dan Triharjo Sleman. Tak dilaporkan adanya kerusakan akibat hujan es. (Fxh)0

BERITA REKOMENDASI