Hujan Kemarin Kategori Sangat Lebat, BMKG: Waspada 2 Hari Kedepan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah DIY pada Jumat (14/2) sejak pukul 14.15 WIB, menyebabkan puluhan pohon tumbang dan sejumlah bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil analisa dari prakirawan di Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, curah hujan yang terjadi di Yogyakarta adalah 74,5 mm dalam durasi 1,5 jam. Dan masuk dalam kategori sangat lebat. Hal ini menyebabkan menyebabkan banjir disertai dengan genangan air dan pohon tumbang.

“Hujan lebat disebabkan adanya ‘konvergensi’ atau belokan angin tajam di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur bagian barat. Hal ini mengakibatkan terjadi penumpukan massa udara hangat lembab dan terbentuk Cluster Awan Cumulonimbus dengan area yang cukup luas,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta Reni Kraningytas.

Untuk kecepatan anginnya sendiri saat hujan deras tersebut mencapai 37 km/jam. BMKG memperkirakan, Kondisi serupa masih berpotensi terjadi di sekitar Yogyakarta dalam dua hari kedepan. “Diperkirakan dalam dua hari kedepan, wilayah Yogyakarta dan sekitar masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat bencana kemarin dilaporkan 1 orang meninggal, yakni Sami Utomo (51) warga Bawuan II Desa Bawuran Pleret Bantul setelah mobil yang digunakan tertipa pohon beringin.

Di Kota Yogyakarta berdasarkan pantauan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, angin kencang terjadi di 16 titik. Selain menumbangkan pohon, sejumlah rumah, gedung pemerintah, rumah sakit terpantau rusak. Mobil, sepeda motor hingga jaringan listrik juga tertimpa pohon. Termasuk menutup akses jalan.

“Di Pasar Beringharjo terpantau ada genangan air setinggi mata kaki. Ini dikarenakan adanya luapan air dari drainase. Untuk aliran di Kali Code dan Kali Gajahwong juga ada peningkatan debit, namun dalam ambang normal,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara.

Sebanyak 16 pohon pohon tumbang di wilayah Kota Yogya, antara lain di kawasan Kotabaru, Pringgokusuman, Tamansiswa, Terban, Wirobrajan, dan pohon sawo di Ndalem Kraton. Baliho RS Happyland roboh sempat mengganggu akses jalan, sementara motor-motor di tempat parkir RS Bethesda tertimpa reruntuhan.
Sedangkan genangan air hampir merata di berbagai ruas jalan. Terutama kawasan Kotabaru yang kondisi jalannya banyak cekungan. Begiti pula di Jalan Kemasan Kotagede akibat luas drainase yang terbatas.

Pohon tumbang dan genangan menyebabkan lalu lintas sempat tersendat. Aliran listrik yang kabelnya terkena pohon tumbang juga padam. “Begitu ada laporan pohon tumbang, rekan-rekan dibantu para relawan langsung melakukan evakuasi. Terutama pohon tumbang yang menutup akses jalan,” tandas Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogya Hari Wahyudi.

Di Kabupaten Sleman, pohon tumbang di 29 titik. Selain menimpa tempat usaha, pohon tumbang juga menimpa jaringan listrik, jaringan telpon hingga menutup akses jalan. Rumah rusak terpantau di 21 titik dan satu korban luka ringan.

Pohon tumbang juga terjadi di Kabupaten Bantul. Selain menutup akses jalan, pohon tumbang juga membuat dua rumah rusak, satu fasilitas pendidikan, jaringan listrik hingga mobil. “Penanganan pertama berupa pemotongan pohon dan pengkondisian jalan. Kami juga melakukan assessment

dan terus berkoordinasi antar stakeholders

,” katanya.

Angin kencang juga menyasar Kantor KONI DIY. Sejumlah genteng gedung yang berada di Kompleks GOR Among Raga terbang dihempas angin yang mengakibatkan plafon ruangan di dalam runtuh tertimpa genteng dan air hujan.

Terhempasnya sejumlah genteng tersebut membuat atap gedung terlihat menganga yang membuat air hujan langsung masuk kedalam kantor induk organisasi olahraga di DIY ini. (Awh/Dhi/Hit/Bro/Roy)

BERITA REKOMENDASI