Idham Samawi Ajak Jaga Pancasila

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibangun lebih dari 700 suku dan lebih dari 1.000 budaya. Dibandingkan dengan Uni Soviet, negara tersebut hanya memiliki kurang dari 700 suku maupun Yugoslavia yang hanya punya 20 suku saja. Ini membuktikan Indonesia merupakan negara besar dan penuh keragaman yang tak dimiliki oleh bangsa lain.

“Uni Soviet pecah, bahkan Yugoslavia sudah tidak ada lagi. Indonesia hingga detik ini masih tetap tegak berdiri, ini membuktikan jika negara kita merupakan bangsa besar. Keragaman suku dan budaya yang ada membuat negara ini menjadi kuat,” tegas Anggota DPR/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Drs HM Idham Samawi dalam sosialisasi ‘Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika’ di Aula PT BP Kedaulatan Rakyat, Rabu (21/4).

Hadir dalam sosialiasai ini Dirut PT BP Kedaulatan Rakyat M Wirmon Samawi SE MIB, Komisaris Utama Prof Dr Inajati Adrisijanti, Direktur Pemasaran Fajar Kusumawardhani SE, Direktur Keuangan Imam Satriadi SH, Direktur Umum Yuriya Nugroho Samawi SE MM MSc, Direktur Produksi Baskoro Jati Prabowo SSos.

Idham mengatakan Pancasila merupakan ideologi yang paling sesuai untuk Indonesia. Para pendiri bangsa telah merumuskan dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara sesuai dengan karakter Indonesia yang beragam.

“China memiliki ideologi sendiri, Amerika juga punya. Walau mereka negara yang besar, namun ideologi itu tidak akan sesuai jika diterapkan di Indonesia karena negara kita telah memiliki dasar sendiri yakni Pancasila,” sambungnya.

Ia menegaskan jika saat ini masih ada yang mempertentangkan Pancasila maupun ingin mengganti ideologi tersebut dengan paham lain seperti khilafah, berarti mereka tak mengerti akan sejarah. Sejarah bangsa ini menjadi saksi jika para tokoh Islam serta nasionalis bermusyawarah dan akhirnya mencapai kesepakatan jika Pancasila sebagai dasar negara.

Oleh karena itu Idham mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus terus tertanam di hati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (Van)

BERITA REKOMENDASI