IDI: Berdamai dengan Korona Perlu Juknis

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Ajakan pemerintah agar masyarakat hidup berdamai dengan Covid-19, perlu diikuti adanya petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang jelas. Hal ini agar tidak menimbulkan pemahaman berbeda di masyarakat dan petugas di lapangan bisa menegakkan aturan dengan tegas. Demikian dikatakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY dr Joko Murdiyanto SpAn MPH kepada KR, Kamis (21/5).

Menurut Joko, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan juklak dan juknis bagaimana hidup berdamai dengan Covid-19, seperti yang diinginkan pemerintah. Joko pun sudah menanyakan ke Pengurus Besar IDI namun juga belum ada. Oleh karena itu, IDI DIY bersama organisasi profesi kesehatan yang lain tetap mengambil sikap melawan Covid-19.

“Yang namanya berdamai itu beda dengan berdampingan. Berdamai itu seperti menyerah. Oleh karena itu, kami (para petugas kesehatan) mengambil sikap untuk tidak menyerah,” ujarnya.

Joko khawatir jika ajakan pemerintah untuk hidup berdamai dengan Covid-19 tidak diikuti dengan adanya juklak dan juknis yang jelas, masyarakat akan menafsirkan sendiri-sendiri dan menganggap kehidupan sudah normal kembali tanpa khawatir tertular Covid-19. Akibatnya akan ada sebagian masyarakat yang tidak mau lagi memakai masker dan tidak mau lagi menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Pemahaman orang berbeda-beda. Kata berdamai kalau tidak ada petunjuk yang jelas bisa dimaknai hidup santai-santai saja tanpa pakai masker, tanpa jaga jarak dan sebagainya,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI