Ikan Asin Harusnya Jangan Ada Lagi di Masa Modern, Ini Penjelasan Ahli UGM

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY mendapat perhatian besar dari Founder Foodbank of Indonesia dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Kedua instansi tersebut menggagas gerakan Aksi 1000 Bunda untuk Indonesia dengan meluncurkan ‘Kembali Pangan Lokal Ikan Untuk Anak’, Sabtu (21/11/2020).

Bertempat di kantor Kelurahan Mantrijeron, beberapa anak perwakilan warga setempat tampak antusias bersiap menyantap ikan bersama-sama. Para ibu sebelumnya memasak secara langsung ikan goreng dori fillet yang dipadukan dengan sayur lokal bayam dan tomat.

Bebarengan dengan acara itu, zoom meeting dilakukan menghadirkan beberapa pembicara seperti Prof Murdijati Gardjito, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan UGM, Hendro Utomo, Founder Foodbank of Indonesia dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Eni Harmayani.

Prof Murdijati Gardjito mengungkap tingkat konsumsi makan ikan masyarakat di DIY masih sangat rendah. Hal tersebut dirasa memprihatinkan namun menurut dia bukan sepenuhnya kesalahan masyarakat.

“Ikan laut tidak murah harganya di pasar DIY, jadi memang sulit karena masyarakat tidak mencapai tingkatan membeli ikan. Akses ekonomi dalam hal ini terlihat. Lalu akses teknis, ikan di Jogja mana yang enak wong sudah mati tujuh kali baru dimakan, artinya ikan berkualitas itu tidak mudah diakses masyarakat. Akses budaya juga, budaya makan ikan di berbagai daerah tak hanya DIY belum sebagus masyarakat di tepi pantai atau dekat pantai,” ungkap Murdijati.

Guru besar UGM tersebut juga menyoroti masih adanya ikan asin atau ikan yang dikeringkan di era modern saat ini. Seharusnya menurut dia, pengolahan ikan harus lebih baik di era modern sekarang ini.

“Ikan kering dan ikan asin itu harusnya tidak ada lagi, sudah kuno itu. Itu sudah sejak jaman pra sejarah dulu. Harusnya sekarang bisa diolah lebih bergizi lagi dengan kemajuan teknologi. Banyak olahan ikan yang bisa dipilih masyarakat, tidak harus mahal,” ungkapnya lagi.

Sementara Hendro Utomo, Founder Foodbank of Indonesia menambahkan gerakan Kembali Pangan Lokal Ikan Untuk Anak memang dibuat untuk mengkampanyekan kembali kegemaran makan ikan yang memang begitu banyak di Indonesia. Menurut Hendro, ikan merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang diharapkan bisa mendongkrak kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

“Saat ini kami datang ke Yogyakarta, ibu-ibu langsung memasak dan dibagikan pada anak-anak. Harapannya, masyarakat menjadi gemar kembali masak dan makan ikan. Bisa dilakukan di rumah, dengan mudah, kreatif dan tidak harus mahal,” ungkap dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI