IKS Pro Patria Gelar Virtual Open Championship

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com- Perguruan silat Ikatan Keluarga Silat (IKS) Pro Patria akan menggelar Virtual Open Championship pada Minggu (29/8), sebagai puncak acara dari rangkaian kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-2 dan memeriahkan HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Menurut Ketua Panitia, Mudi Utomo, dengan Virtual Open Championship ini diharapkan dapat memberi semangat bagi semua warga IKS Pro Patria yang mana selama masa pandemi tetap aktif berlatih untuk menjaga kebugaran tubuh. “Penyelenggara kegiatan ini merupakan kolaborasi IKS Pro Patria Jakarta dan Yogyakarta,” ungkap Mudi dalam keterangannya kepada wartawan.

Ditambahkan Mudi, dengan mengambil tema ‘Bersatu dan Berkelanjutan’ acara itu semakin mempererat silaturahmi antarwarga dan memotivasi setiap warga IKS Pro Patria untuk tetap berlatih dan berprestasi.

IKS Pro Patria merupakan perguruan silat yang didirikan di Madiun pada 1971 oleh Victor Lie Kuang Hwa dan berkembang antara lain di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Bali. Di Yogyakarta IKS Pro Patria antara lain memiliki tempat latihan di kampus UGM dan Universitas Atma Jaya.

Program beladiri yang diajarkan IKS Pro Patria mencakup olahraga, seni, beladiri dan pendidikan mental/karakter. Dalam hal beladiri diajarkan antara lain; beladiri tangan kosong, penggunaan senjata, pemecahan benda keras dan senam pernafasan untuk Kesehatan (Tai Chi). Olahraga beladiri IKS Pro Patria banyak diminati masyarakat dari berbagai kalangan sejak anak-anak, remaja/milenial, dewasa hingga lansia.

Secara khusus senam pernafasan IKS Pro Patria juga bermanfaat bagi masyarakat yang sedang isoman karena terpapar Covid-19 untuk membantu mempercepat proses penyembuhan maupun untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam hal mengajarkan pendidikan karakter, bagi semua warga IKS Pro Patria berkewajiban mengamalkan/melaksanakan Panca keharusan dan Panca Larangan Perguruan, antara lain keharusan membela yang benar, keharusan berbakti kepada orang tua dan keharusan menghormati guru, larangan bertingkah pamer, larangan bertingkah sombong, larangan bertindak sewenang wenang, larangan melanggar peraturan pemerintah dan larangan mencemarkan kehormatan. (Jan)

BERITA REKOMENDASI