Ikuti Bali, Yogya Bakal Punya Pakaian Khas Bagi Pelaku Pariwisata

YOGYA, KRJOGJA.com – Tak lama lagi, para pelaku pariwisata bakal memiliki pakaian khas layaknya pemandu wisata di Pulau Dewata. Dirancang secara khusus, busana tersebut bakal menjadi cerminan nilai-nilai serta budaya Yogya. 

“Ya kita akan menciptakan pakaian bagi para pelaku pariwisata, tetapi saat ini kita sedang proses membuat prototipenya dengan melibatkan Dewan Kebudayaaan, Dinas Pariwisata, hingga perancang desain,” ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo kepada KRjogja.com, Minggu (22/09/2019). 

Singgih menjelaskan, pakaian yang bakal dikenakan pelaku pariwisata itu nantinya akan bersifat custom. Hal ini dilakukan agar busana tersebut tetap mengandung unsur budaya namun juga tidak mengganggu mobilitas dari para pelaku pariwisata itu sendiri. 

“Pakaiannya yang jelas akan mencerminkan kekhasan Yogya, tapi nanti kita custom supaya tidak menjadi hambatan dalam hal mobilitas, karena kan memang pelaku pariwisata ini sangat energik dan mobilitasnya cukup tinggi,” tuturnya usai mengisi rangkaian Jogja Tourism Festival (JTF) 2019 di Gaia Cosmo. 

Menurut Singgih, mengcustom pakaian khas tersebut bukanlah sebuah permasalahan. Sebab, memang budaya sendiri prinsipnya tidak hanya pelestarian, tetapi juga harus dikembangkan untuk manfaat lebih lagi. 

“Selama ini kalau pakai surjan, jarik, dan blangkon tidak jalan karena mobilitas mereka menjadi terhambat. Sekarang kita rancangkan pakaian yang tetap ada unsur budaya serta khas Yogya tapi dibuat lebih fleksibel dan dinamis. Mengcustom tidak masalah, budaya itu prinsipnya tidak hanya pelestarian tapi harus dikembangkan untuk manfaat lebih lagi,” tegasnya. 

Rencananya, pakaian khas ini pun akan hadir tidak lebih dari dua bulan mendatang. Tahap uji coba akan langsung dilakukan melalui para pemandu wisata dan beberapa karyawan perhotelan. Apabila dirasa sudah baik dan seluruh pihak menyetujuinya maka busana tersebut akan ‘diketok palu’ menjadi pakaian khas pelaku pariwisata. 

Singgih pun berharap, hadirnya pakaian khas bagi para pelaku pariwisata ini bakal memperkuat karakter budaya Yogya. Terlebih dengan hadirnya bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA). Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa kesan pertama wisatawan saat sampai di Yogya itu sangatlah penting. 

“Bandara sudah baru, sekarang kita kuatkan identitas budayanya, tidak hanya dari perilakunya saja tetapi budaya itu juga kita visualisasikan untuk memberikan kesan pertama yang baik,” pungkasnya. (KRA-01)

BERITA REKOMENDASI