Iman Soetrisno, Mantan Pemred KR Berpulang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mantan Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat, Iman Soetrisno meninggal dunia, Rabu (10/11/2021) pukul 08.00 WIB di rumah duka, Jalan Banteng Raya 1 nomor 2 (Jalan Kaliurang Km.8) Ngaglik Sleman, pada usia 85 tahun. Almarhum dimakamkan di hari yang sama di Pemakaman Keluarga Gadingsari, Banyuraden Gamping Sleman.

Almarhum meninggalkan 5 putra dan 7 cucu. Selain pernah menjadi Pemred KR, Iman Soetrisno juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat.

Di mata putranya (putra nomor 3) Aom Sulaiman, almarhum Iman Soetrisno adalah sosok ayah yang disiplin. Menurut Aom, kedisiplinan itu sangat tampak karena almarhum pernah ikut Lemhannas. Selain dikenal sebagai wartawan, Iman Soetrisno juga dikenal sebagai seniman dan aktor film.

Banyak film tentang kepahlawanan dan perjuangan yang pernah diperankan oleh almarhum, salah satunya film berjudul ‘Pahlawan Goa Selarong’ tahun 1972 yang menceritakan tentang perjuangan pahlawan nasional Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda. Dalam film itu, Iman Soetrisno berperan sebagai Sentot Alibasyah Prawirodirjo (Panglima Perang Diponegoro).

“Dalam dunia perfilman, almarhum sering memerankan tokoh pahlawan. Dan hari ini beliau meninggal bertepatan dengan Hari Pahlawan. Semoga almarhum husnul khatimah,” kata Aom.

Kesan mendalam lainnya yang dirasakan oleh Aom terhadap sang ayah adalah profesional dalam setiap pekerjaan. Saat menjadi wartawan, almarhum menjalankan tugas jurnalistik dengan baik. Begitu pula saat menjadi aktor, beliau memainkan peran dengan totalitas. “Almarhum juga seorang ayah yang baik, yang selalu memberi contoh bagi anak-anaknya,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi KR Octo Lampito juga punya kesan mendalam terhadap almarhum Iman Soetrisno (Pak Tris), saat dirinya menjadi radaktur halaman olahraga. Menurut Octo, almarhum sangat disiplin dalam menjaga nilai-nilai berita. Selain itu, karena beliau adalah aktor film, almarhum sangat supel dan gampang bergaul dengan siapapun.

“Diwaktu selesai mengerjakan tugas, saya sering diajak Pak Tris diskusi tentang politik, olahraga, budaya dan seni. Saya banyak belajar dari Pak Tris soal memimpin tim,” kata Octo. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI