Imbas PPKM, Bisnis dan Pariwisata Ke Titik Nol

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Bisnis dan pariwisata di Yogya menuju titik nol karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hingga saat ini perhotelan belum ada pergerakan sama sekali. Tingkat hunian masih di kisaran 2-5% dan tamu yang menginap tamu lokal DIY. Travel, angkutan darat yang paling parah, hanpir semua armada tidak bisa beroperasi.

“Di masa PPKM, beberapa hotel yang menyediakan paket isolasi mandiri (isoman) okupansinya juga belum signifikan,” ucap Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY Herryadi Baiin kepada KR, Jumat (23/7).

Herryadi menyebutkan beberapa hotel telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pariwisata dan mendapatkan izin menyediakan laket Isoman diantaranya Ibis Adisutjipto, Marriot dan The Rich Tower, “Namun belum terisi signifikan karena saat ini di beberapa wilayah juga ada yang membuat shelter bagi yang Isoman secara gratis,” ujarnya.

Senada Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY V Hantoro menyebutkan saat ini anggota Organda DIY tidak ada yang beroperasi karena mematuhi kebijakan PPKM dan kondisinya semakin terpuruk “Harapan kami ada solusi bagi anggota dan awak angkutan baik dari Pemda maupun Pemerintah Pusat,” ucap Hantoro

Solusi yang diharapkan lanjut Hantoro diantaranya bantuan tunai untuk awak angkutan, penghapusan PKB (pajak Kendaraan Bermotor) untuk plat kuning. “Selama 1,5 tahun pandemi Covid-19 hampir semua armada angkutan darat tidak bisa beroperasi maksimal. (Vin)

BERITA REKOMENDASI