Imlek 2572 di Klenteng Poncowinatan Dipastikan Tanpa Perayaan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sepuluh hari jelang Tahun Baru Imlek 2572 yang berada di bawah naungan Shio Kerbau, dalam suasana pandemi Covid-19 bisa dipastikan tidak ada doa bersama di Klenteng, maupun pertemuan/perayaan Imlek bersama. Warga Tionghoa diminta merayakan sendiri di rumah masing-masing tanpa kumpul-kumpul.

“Pengumuman telah disampaikan untuk umat dan simpatisan Klenteng Poncowinatan Yogya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dua hari menjelang Imlek, Rabu (10/02/2021) tidak diadakan sembahyang bersama,” terang tokoh Pemerhati Peduli Klenteng, Gutama Fantoni.

Disebutkan, meski sembahyang bersama ditiadakan, namun Klenteng Poncowinatan tetap buka seperti biasa dari Pukul 08.00 – 16.00 dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. “Umat bisa datang sembahyang pribadi dengan disiplin Covid19, juga tetap ada sesaji yang disiapkan masingmasing dengan personel terbatas,” ungkap Fantoni.

Sesuai tradisi jelang Tahun Baru Imlek, maka saat ini juga sudah dimulai bersih-bersih klenteng dan perbaikan untuk menyambut Imlek. “Memasuki 2572/2021 sesuai karakter shio Kerbau yang pekerja keras dan kuat, berbeda tahun lalu 2571/2020 di bawah shio tikus kondisi seperti tikus yang takut keluar rumah dan harus mencuricuri untuk bisa keluar cari makan,” ucap Fantoni.

Sementara Ketua Paguyuban Warga Tionghoa (PWT) Bhakti Putera Yogya, Muwardi Gunawan menyatakan, tahun ini tidak ada perayaan Imlek bersama. “Kami tidak ada acara khusus, di rumah saja. Paling telpon-telponan atau zoom, pasang lampion,” ucap Muwardi.

Demikian juga Ketua Perkumpulan Warga Cantonese Yogyakarta (Perwacy), Frananto Hidayat menyebutkan tahun ini perayaan Imlek cukup kumpul dengan keluarga masing-masing saja. “Mungkin nanti kita upayakan pertemuan virtual saja di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” jelasnya. (R-4)

BERITA REKOMENDASI