Imlek Dibarengi Hujan Menjadi Mitos

SETIAP perayaan tahun baru imlek selalu dibarengi dengan turunnya hujan. Kondisi ini sudah menjadi mitos yang berkembang di dalam masyarakat. Turunnya hujan dianggap sebagai penanda melimpahnya rezeki sepanjang tahun mendatang. Apakah benar demikian?
Anggapan mitos tentang turunnya hujan di setiap perayaan imlek mendapat tanggapan dari Herry ketua umum Chinese Art and Culture Center (JCACC) menyampaikan, hujan ringan yang turun pada setiap perayaan imlek  merupakan faktor dari cuaca di musim penghujan. Setelahnya merupakan berkah bagi imlek sendiri.

Sebagian masyarakat memang tidak semua beranggapan hujan yang turun ada kaitanya dengan perayaan imlek. Sebab perayaan imlek jatuh bertepatan tanggalnya dengan musim penghujan yang turun pada bulan Februari.
Pedagang nasi kuning berjualan sejak dini hari menyampaikan, hujan gerimis sudah turun sejak pagi buta di sebagian kota Yogyakarta. Selasa (05/02).
"Dari subuh sudah gerimis, tapi langitnya itu cerah mungkin karena imlek kali yah," tutur Tutik salah pedagang nasi kuning.
Dari pantauan KRJOGJA.com cuaca di Yogyakarta memang terlihat mendung cenderung panas. Namun rintikan hujan gerimis memang masih terasa hingga berita ini ditulis. (Evi Nur Afiah).

 

BERITA REKOMENDASI