Implementasi K13 Diprediksi Antiklimaks

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kurikulum 2013 (K13) merupakan kurikulum pengganti dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), K13 ini memiliki 3 aspek penilaian yakni aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap dan perilaku. Dalam K13, utamanya dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi ditambahkan.

Materi yang dirampingkan terlihat di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dan mata pelajaran lainnya. Sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

”Pelaksanaan K13 sudah dimulai sejak 2013 namun dalam perkembangannya masih saja banyak guru dan sekolah mengalami kendala dalam pelaksanaan K13. Usia 5 tahun penerapan kurikulum harusnya sudah sampai klimaks dalam arti semua persoalan yang timbul sudah ada penanganannya. Namun ironisnya pelaksanaan K13 masih semrawut dan belum optimal,” papar Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Hermawan Wahyu Setiadi SPd MPd.

Menurut Hermawan, pemerintah terkesan tidak ada upaya khusus dalam pembinaannya. ”Penerapan kurikulum itu punya masa berlakunya, paling lama 10 tahun sejak diberlakukan. Tahun 2023 kurang dari 5 tahun lagi. K13 belum mencapai titik klimaks dalam penerapannya harus siap diganti kurikulum berikutnya karena perubahan politik, sosial, budaya, ekonomi dalam Iptek yang berkembang dinamis dalam kehidupan.” ucapnya. (Rdi)

BERITA REKOMENDASI