Imunisasi MR Tanggungjawab Bersama

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesuksesan Imunisasi MeaslesRubella (MR) atau yang sering disebut campakRubella tidak hanya menjadi tanggungjawab bersama pemerintah pusat, Dinas Kesehatan, masyarakat. Salah satu dukungan dan sikap proaktif itu bisa dilakukan dengan mendorong anggota keluarga atau lingkungan sekitar untuk ikut imunisasi MR.

Imunisasi MR sangat penting bagi kesehatan anak. Walaupun dalam realitanya masih adanya 8 sekolah di DIY yang keberatan ikut imunisasi MR, karena khawatir bahan yang digunakan tidak halal (haram).

"Vaksinasi tidak hanya diwajibkan di Indonesia, tapi juga di beberapa negara maju seperti Inggris. Oleh karena itu, apabila ada masyarakat atau sekolah yang keberatan, hal ini sangat disayangkan. Mengingat program vaksinasi ini bukan konspirasi negara tertentu, namun program WHO untuk menghilangkan berbagai wabah penyakit," papar Direktur Halal Centre Fakultas Peternakan UGM Nanung Danar Dono PhD kepada KRJOGJA.com, Jumat (28/07/2017).

Nanung mengatakan, adanya kekhawatiran bahwa vaksin yang digunakan dalam imunisasi MR mengandung bahan tidak halal atau lemak babi sudah saatnya diluruskan. "Vaksin yang digunakan dalam imunisasi MR tidak dibuat dengan lemak babi. Pasalnya kalau vaksin tersebut menggunakan tambahan lemak babi, secara otomatis akan rusak," tuturnya.

Oleh karena itu Nunung meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan dan belum tentu diketahui kebenarannya. "Vaksinasi selama ini sudah terbukti efektif untuk mencegah dan menghilangkan berbagai penyakit penting. Seperti, Polio, Measles, Rubella. Untuk itu alangkah baiknya masyarakat lebih selektif dalam menyikapi berbagai informasi yang belum tentu kebenarannya. Jika ragu, tanyakan langsung kepada ahlinya," harap Nanung. (Ria)

BERITA REKOMENDASI