Indonesia Bukan Negara Sekuler

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Indonesia, bukan negara sekuler namun juga tidak hanya satuagama. Karena itulah terdapat Menteri Agama dan ada Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. JikaMenteri Agama tampak lebih banyak mengurus Islam bukan semata mayoritas, namunkarena ada pelaksanaan haji yang menjadi urusan negara. Meski dalam keagamaan ini adaempat prinsip penting dalam berbangsa.

Ketua Umum MPP Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimmly Asshiddiqie mengemukakan hal tersebut dalam diskusi Kebangsaan dan Keumatan dengan ICMI Orwil Yogya, Senin (02/08/2021) sore. Diskusi dibuka Ketua ICMI Orwil Yogyakarta, Herry Zudianto.

Secara rinci disebutkan, pertama, adalah kenyataan bila Republik Indonesia itu plural. Sehingga harus saling mengakui keberadaan dan menghormati. Kedua, ada kecenderungan watak eksklusif dan hidup dalam kotak sendiri. Sehingga menurut Ketum ICMI perlu inklusivisme masyarakat, sebagai sebuah pembaruan.

“Ketiga, ada Islam Nusantara, Islam moderat, Islam wasatiyah dan Islam rahmatan lil alamin. Tiga pertama ini ada plus minus. Karenanya saya cenderung kita menjadi Islam rahmatan lil alamin, rahmat untuk semua,” jelasnya.

Yang terakhir menurut Jimmly, nasionalisme keagamaan harus dibungkus di bawah Konstitusi berdasar kesepakatan. Ketika Indonesia dilahirkan, founding fathers sebagai wakil kita telah bersepakat dalam kesatuan kenegaraan yang dibingkai Pancasila dan UUD. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI