Indonesia-India Berbagi Keunikan Kehidupan Beragama

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJogja.com – Indonesia dan India saling berbagi keunikan dalam hal kehidupan beragama. Jika Indonesia memiliki populasi umat Muslim terbesar di dunia, maka India merupakan rumah dari populasi umat Hindu terbesar di dunia. Selain itu, populasi umat Hindu di Indonesia cukup besar, dan sebaliknya, populasi umat Islam di India juga signifikan. Maka dari itu, menurut Wamenlu, kegiatan ini menjadi relevan.

“Kedua negara bisa saling berbagi dan belajar dari pengalaman satu sama lainnya dalam mengelola keberagaman di negara masing-masing,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir pada pidato pembukaan Dialog Lintas Agama Indonesia-India di Yogyakarta, Rabu (3/10) di Sheraton Mustika Hotel. The 1st Indonesia-India Interfaith Dialogue (IIID) ‘Sharing of Best Practices, Lessons Learnt and Way Forward’   dihadiri Menteri Negara Urusan Luar Negeri India MJ Akbar  dan Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep K Rawat. Pertemuan diikuti pemuka agama, cendekiawan, wakil organisasi keagamaan dan lainnya.

Dengan  keunikan tersebut,  Indonesia dan India sepakat bergandeng tangan memperjuangkan perdamaian dunia melalui sejumlah bidang. Yaitu dialog lintasagama, pendidikan, kebudayaan dan media untuk pencegahan tumbuhnya paham radikal dan tindak kekerasan ekstremisme. 

Dalam laporannya, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan mengatakan, dialog lintasagama ini merupakan yang pertama kali dilakukan Indonesia bersama India. Kegiatan ini disebutnya merupakan tindak lanjut dari komitmen Presiden Indonesia dan Perdana Menteri India yang disampaikan saat kunjungan kerja PM Modi ke Jakarta, 29-31 Mei silam.

Sementara, Penasehat Perdana Menteri untuk Isu Ekonomi  Mr Bibek Debroy menyebutkan, Indonesia dan India memiliki kedekatan dari segi geografis, budaya, sejarah, dan keberagaman masyarakat. “Untuk itu dialog ini merupakan forum yang penting untuk mengatasi tantangan terhadap perwujudan harmoni dan toleransi dalam masyarakat,” kata  Bibek Debroy.

Selain melakukan diskusi pada forum dialog, para delegasi juga melakukan kunjungan lapangan ke situs-situs keagamaan, antara lain ke Candi Prambanan, Klenteng Zen Ling Gong (Poncowinatan), Masjid Syuhada, Gereja HKBP dan Gereja Katolik Santo Antonius. (Fsy)

 

UII

BERITA REKOMENDASI