Indonesia Potensial Jadi Negara Ekonomi Digital Kuat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Revolusi Industri 4.0 terjadi dengan kecepatan eksponensial dan berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Indonesia dapat memanfaatkan peluang dari perkembangan ekonomi berbasis digital karena pada dasarnya Indonesia sudah memiliki faktor pendukung yang memadai (regulasi dan infrastruktur).

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Dr Sri Adiningsih MSc dalam Diskusi Ilmiah 'Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia' di Ruang Executive, Kampus Universitas Janabadra (UJB), Jalan Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta, Jumat (30/08/2019). Pembicara lain Kepala LL Dikti Wilayah V DIY Prof Dr Didi Achjari SE MCom Akt. Diskusi diselenggarakan UJB dihadiri Rektor UJB Dr Edy Sriyono MT, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra Drs Suryadiman MM, para dekan, kaprodi dan dosen di lingkungan UJB.

Menurut Adiningsih dilihat dari indeks evolusi digital, posisi Indonesia berada di kuadran 'Break-Out' yakni negara dengan skor relatif rendah namun akan berevolusi secara cepat dan memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi digital yang kuat. Apalagi sejumlah infrastruktur penunjang telah dibangun seperti Proyek Palapa Ring yang hampir menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian ada 6.598 desa di seluruh Indonesia yang sudah terkoneksi dengan internet melalui Sistem Informasi Desa & Kawasan (Sideka). "Beberapa aturan dasar (regulasi) dalam perkembangan ekonomi berbasis digital juga telah dibuat," ujarnya.

Dijelaskan Adiningsih, dampak ekonomi berbasis digital di Indonesia akan mendorong pertumbuhan ekonomi riil 1-2 persen pertahun, sehingga pertumbuhan PDB Indonesia akan naik menjadi 5% dalam 2018-2030. Selain itu mendorong pemerataan ekonomi secara menyeluruh dan membuka lebih banyak lapangan kerja di Indonesia.

Kemudian menjembatani produk lokal atau UMKM dengan para konsumen melalui platform e-commerce. "Kampus diharapkan bisa memimpin atau terdepan dalam transformasi ke digital," katanya.

Prof Didi Achjari mengatakan, revolusi industri 4.0 mendorong munculnya ekonomi baru seperti e-commerce, fintech dan teknologi seperti mobile internet, cloud computing, internet of things, big data dan advance analytics. Agar transformasi digital di Indonesia sukses perlu dukungan pemerintah, kesiapan infrastruktur, jaringan internet, keuangan dan logistik serta SDM kompeten.

Sedangkan Rektor UJB Dr Edy Sriyono mengatakan, UJB terus mengikuti perkembangan di era revolusi industri 4.0. "Jika tidak ingin tergerus maka inovasi harus diciptakan dan ditingkatkan. UJB akan segera mendirikan pusat inovasi," tuturnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI