Industri Tekstil Sumbang 60% PDB Manufaktur

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dengan populasi lebih dari 250 juta orang, industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) merupakan industri strategis Indonesia. Bahkan angka kebutuhan tekstil perkapita meningkat. Sementara pasar domestik saat ini baru memenuhi 60 juta orang Indonesia. Karena itu Indonesia harus memberikan perhatian pada produksi tekstil.

“Di masa lalu, kalau membuka almari masih sedikit koleksi batik kita. Sekarang, almari mungkin sebagian sudah baju batik. Ini adalah pasar kita, jangan sampai pasar batik diambil orang lain,” tandas Presiden Direktur Sriteks Solo Iwan Setianto Lukminto.

Iwan juga mengingatkan batik yang menjadi unggulan kita juga mendapat serangan dari mana-mana. Jangan sampai, lanjutnya, 10 tahun – 20 tahun ke depan justru hanya menjadi pasar saja. “Seperti batik, bisa dikatakan 70% merupakan produk Jawa Tengah. Ironisnya, 98% berbahan cotton dan itu impor. Karenanya kita juga harus berpikir mengenai produk bahan baku juga,” ujar Iwan.

Iwan menyebutkan, sampai tahun 2035 diperkirakan penambahan kapasitas produksi sebesar 1.638 ribu ton pertahun. Dengan nilai investasi Rp 82 triliun dan penyerapan tenaga kerja mencapai 400.000u orang. “ITPT nasional berkontribusi 60% terhadap PDB manufaktur dan 65% tenaga kerja di industri,” tambahnya.

Iwan mengajak masyarakat melihat masalah tekstil itu luas sekali, tidak sekadar kain, hem, dress, blus. Namun juga ada pakaian seragam pilot dan yang lain. Sehingga pembukaan perguruan tinggi bidang studi tekstil memang sangat diperlukan. “Apalagi ITPT diprediksi kembali menggeliat, karena angka kebutuhan nasional naik,” ujarnya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI