Inflasi DIY Melanjutkan Tren Perlambatan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Inflasi DIY secara keseluruhan 2022 berada pada level 4,37% (ytd) atau 5,70% (yoy) untuk inflasi Juli 2022 terhadap Juli 2021. Perlambatan inflasi terutama bersumber dari berlanjutnya deflasi komoditas emas perhiasan dan bawang putih serta melambatnya inflasi bulanan aneka cabai dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan lebih lanjut tertahan oleh inflasi bawang merah yang menjadi salah satu faktor pendorong utama inflasi secara bulanan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budiharto Setyawan menyampaikan inflasi DIY pada Juli 2022 tercatat 0,47% (mtm) menurun dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,52% (mtm) dari data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY. Inflasi inti tercatat 0,22% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi Juni 2022 sebesar 0,34% (mtm). Penurunan tersebut terutama dipengaruh penurunan harga komoditas emas seiring dengan pergerakan harga emas global.

“Kelompok inflasi volatile foods pun tercatat menurun dari 2,24% (mtm) di Juni menjadi 1,78% (mtm) di Juli. Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi deflasi pada komoditas bawang putih pasca kenaikan harga selama 6 bulan berturut-turut sejak November 2021 hingga April 2022. Namun demikian, penurunan lebih lanjut tertahan inflasi komoditas bawang merah dan cabai merah,” tuturnya di kantornya, Selasa (02/08/2022).

Di sisi lain, Budu menyatakan tekanan harga masih terjadi pada kelompok administered prices, yang mencatatkan inflasi 0,37% (mtm) pada Juli. Angka ini meningkat dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar -0,23% (mtm).

Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi tarif angkutan udara seiring peningkatan permintaan dalam rangka kebutuhan libur anak sekolah dan kenaikan harga avtur. Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 8,88% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 8,70% (yoy).

“Permintaan masyarakat yang semakin membaik tercermin pada hasil Survei Konsumen (SK) BI yang mencatatkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) DIY Juli 2022 mencapai 139,2 poin. Tingkat optimisme konsumsi masyarakat tersebut lebih tinggi dibandingkan Juli 2021 (77,3 poin). Selain itu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini pada Juli 2022 juga naik 120,5 poin dari 59,0 poin pada Juli 2021. Ke depan, BI optimis keyakinan konsumen akan tetap menguat yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen sebesar 157,8 poin dari sebelumnya 95,5 poin pada Juli 2021,” terangnya.

Secara keseluruhan, inflasi DIY tahun 2022 diperkirakan meningkat dibandingkan dengan tahun 2021. Peningkatan ini utamanya disebabkan permintaan domestik yang menguat dan adanya transmisi harga global ke domestik yang terus berlanjut. Dalam rangka mengantisipasi risiko tersebut, BI bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY terus melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (Ira)

BERITA REKOMENDASI