Ingat, Penyemprotan Disinfektan Covid 19 Harus Dilakukan Profesional

Penyemprotan disinfektan dianjurkan pada benda mati. Sementara untuk manusia, pencegahan lebih tepat menerapkan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker serta tetap menjaga jarak orang.

“Penyemprotan disinfektan di masjid dan tempat ibadah lebih banyak manfaatnya, lebih baik serahkan ke tenaga profesional. Untuk disinfektan chamber dari WHO merekomendasikan tidak menggunakan deterjen,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Fadhil Muzzaki Syah atau yang akrab disapa Lora Fadhil mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp405 triliun untuk penanganan virus Corona. Oleh karena itu, penyemprotan disinfektan di masjid harus dilakukan dengan profesional.

“Ya, kalau sifatnya swadaya masyarakat karena keadaan darurat saja. Komposisi campuran disinfektannya saja asal, bahkan tidak memakai APD. Ini karena anggaran dari pemerintah belum turun, tapi kalau sudah ada anggarannya jangan asal-asalan, harus menggunakan tenaga profesional. Kecuali masih swadaya masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta, pengawasan penggunaan dana COVID-19 dilakukan secara serius. Agar penyerapan anggaran tepat sasaran. Jangan sampai anggaran jaring sosial dampak pandemi COVID-19 ini jadi bancakan oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kami masih koordinasi dengan kementerian/ lembaga relasi Komisi VIII. Kami ingin dana penanganan virus Corona tidak hilang dan tepat sasaran,” tegasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI