Ingat! Yogyakarta Pernah Menjadi Ibu Kota Negara Indonesia

PAMERAN Reproduksi Foto 'Mengenang Djogjakarta Ibu Kota Republik Indonesia' digelar di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran akan berlangsung hingga 20 Agustus 2016 itu memamerkan 109 foto. Selain itu, dipajang pula beberapa barang peninggalan tentara Pembela Tana Air (Peta) seperti senapan kayu, topi, teropong, helm, tempat minum.

Selain momen yang pas menjelang hari kemerdekaan, pameran foto ini digelar untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme masyarakat khususnya kaum muda. “Yogyakarta sebagai ibu kota negara jarang dikenang,” kata pengelola Bentara Budaya merangkap penyelenggara pameran, Hermanu (60).

Pada tahun 1946 hingga 1949 Yogyakarta pernah menjadi ibu kota negara Republik Indonesia. Gedung-gedung besar di Yogyakarta kemudian dimanfaatkan menjadi pusat pemerintahan. “Seperti Hotel Ina Garuda itu dahalunya bernama Hotel Merdeka, dimanfaatkan untuk kementerian,” ujar Hermanu lagi.

Hermanu menunjukan buku 'Lukisan Revolusi Rakyat Indonesia'

Uniknya, foto-foto yang dipamerkan itu diambil dari sebuah buku berjudul 'Lukisan Revolusi Rakyat Indonesia 1945-1949' milik Hermanu (60).

Foto dipajang sedemikian rupa sesuai kronologis kejadian. “Cukup sulit menyusunnya karena di buku ini tidak ada halamannya, jadi harus mencari referensi lain untuk mengurutkan,” terang Hermanu sambil menunjukkan buku yang sudah lapuk dimakan usia itu. Buku cetakan tahun 1950 oleh Balai Pustaka di bawah Departemen Penerangan itu didapatkannya di pasar loak.
 
“Foto-foto seperti ini jarang dipublikasikan makanya menjadi menarik,” kata Hermanu sambil menunjuk beberapa foto yang menurutnya unik, sepeti foto Malioboro dalam keadaan sepi, foto tugu yang dihiasi rumbai-rumbai, foto pelukan hangat Soekarno terhadap Jendral Sudirman usai bergerilya, dan masih banyak lagi. Bagi yang ingin berkunjung, pameran dibuka dari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. (Kenia I.N)

BERITA REKOMENDASI