Ini Alasan Pendapatan Kusir Andong Menurun di Libur Lebaran

YOGYA (KRjogja.com) – Pendapatan kusir andong di kawasan Malioboro pada libur lebaran tahun ini menurun drastis hingga mencapai 50 persen. Ini alasan kenapa uang yang mereka bawa pulang jauh berkurang.  

Penurunan pendapatan setidaknya dirasakan oleh Jiyono (53), salah satu kusir andong di kawasan Malioboro. “Tahun kemarin lebaran sehari bisa dapet Rp 1 juta rupiah, sekarang paling Rp 500 ribu, kalau pas lagi beruntung ya bisa dapet Rp 600 ribu,” ungkap Jiyono kepada KRjogja.com, Selasa (12/7/2016).

Jiyono merupakan salah satu penarik andong di kawasan Malioboro, ia telah menarik andong sejak 18 tahun yang lalu, menurutnya penurunan omzet andong pada tahun ini disebabkan oleh libur lebaran yang bersamaan dengan libur kenaikan kelas.

“Liburnya bareng dengan libur kenaikan sekolah, mungkin banyak kebutuhan sekolah yang harus dibeli. Sehingga tidak memilih menggunakan andong untuk berjalan-jalan di kawasan ini. Tamu yang berkunjung pun juga berkurang, jadi pendapatan andong di lebaran tahun ini turun drastis,” imbuh Jiyono di sela-sela istirahatnya.

Kondisi serupa dirasakan Pardi Utomo (50), kusir andong yang juga mencari penumpang di Malioboro. “Kalau diitung-itung pendapatan lebaran tahun ini berkurang, tapi ya masih mending dari pada hari biasa. Sekarang sehari narik bisa enam kali, kalau hari biasa cuman sekali atau dua kali, emang banyak tahun lalu, tapi disyukuri saja, ” jelasnya.

Harga sekali naik andong untuk mengelilingi kawasan Malioboro berbeda-beda, tergantung dengan kesepakatan antara calon penumpang dengan kusir andong. Di momentum lebaran seperti ini untuk menjelajahi kawasan Maliboro dan sekitarnya, penumpang harus mengeluarkan uang sebesar Rp 70.000 hingga Rp 100.000. (Satriyo Wicaksono)

 

BERITA REKOMENDASI