Ini Besaran Gaji Prajurit TNI Setelah Naik pada 2019

SETELAH meneken peraturan pemerintah tentang gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan anggota Polri, Presiden Jokowi meneken peraturan kenaikan gaji untuk anggota TNI. Keputusan kenaikan gaji tentara tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 16/2019 tentang Perubahan Kedua Belas atas PP 28/2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Berdasarkan PP nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan kedua belas atas PP nomor 28 tahun 2001 tentang perubahan gaji anggota Tentara Nasional Indonesia, inilah besaran kenaikan yang diterima personel TNI :

1. Gaji Tamtama

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan kedua belas atas PP nomor 28 tahun 2001 tentang perubahan gaji anggota Tentara Nasional Indonesia. Untuk gaji TNI Tamtama golongan I dengan pangkat paling rendah Prajurit Dua Kelasi Dua mendapat gaji Rp 1.643.500 dengan masa kerja 0 tahun. Sebelumnya hanya mendapat Rp 1.565.200.

Sementara itu untuk gaji paling tinggi untuk jajaran Tamtama yakni dengan pangkat Kopral Kepala dengan masa kerja 28 tahun sebesar Rp 2.960.700. Sebelumnya mendapat Rp 2.819.500.

2. Gaji Bintara

Untuk jajaran Bintara, berpangkat Sersan II dengan masa kerja 0 tahun mendapat Rp 2.103.700. Sebelumnya hanya mendapat Rp 2.003.300. Sementara itu untuk pangkat paling tinggi Pembantu Letnan I memperoleh gaji sebesar Rp 4.032.600 untuk masa kerja 32 tahun. Sebelumnya Pembantu Letnan I hanya digaji Rp 3.839.800.

3. Gaji Perwira Pertama

Dalam PP 16 tahun 2019, gaji Perwira Pertama untuk pangkat terendah Letnan II memperoleh Rp 2.735.300 untuk masa kerja 0 tahun. Sebelumnya hanya mendapat Rp 2.604.400. Sementara itu untuk pangkat Kapten menerima gaji sebesar Rp 4.780.500 untuk masa kerja 32 tahun. Sebelumnya mendapat Rp 4.551.700.

4. Gaji Perwira Menengah

Pangkat terendah dari Perwira Menengah, Mayor mendapat gaji Rp 3.000.100 untuk masa kerja 0 tahun, sebelumnya memperoleh Rp 2.856.400. Sementara itu untuk Kolonel Rp 5.243.400 untuk masa kerja 32 tahun, sebelumnya Rp 4.992.000.

5. Gaji Perwira Tinggi
Untuk pangkat Brigadir Jenderal, Laksamana Pertama, Marsekal Pertama memperoleh gaji Rp 3.290.500 untuk masa kerja 0 tahun, sebelumnya Rp Rp 3.132.700. Sedangkan untuk pangkat paling tinggi, Jenderal, Laksamana, Marsekal mendapat Rp 5.930.800 untuk masa kerja 32 tahun. Sebelumnya Rp 5.646.100.

Para anggota TNI, termasuk pasukan khusus (Kopassus) juga mendapatkan berbagai tunjangan, dari tunjangan istri dan anak, tunjangan beras, tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, tunjangan operasional pengamanan, dan uang lauk pauk. Selain Kopassus kira-kira pasukan khusus dari negara mana ya yang punya keahlian sebanding? Mending simak aja nih daftarnya berikut ini, mengutip dari Business Insider.

1. SAS

Gelar pasukan khusus paling mematikan disabet oleh pasukan khusus asal Inggris, Special Air Service (SAS) yang lahir pada tahun 1941. SAS merupakan salah satu militer elit tertua dunia yang menginspirasi banyak negara.

Tugasnya gak cuman menumpas teroris di negara Iraq tetapi juga menyelamatkan sandera serta aksi penyergapan. Motto yang selalu digunakan oleh para anggotanya adalah “Who Dares Wins”.

Hampir 90 persen lebih tentara yang coba gabung gagal dalam proses seleksinya. Kalau berhasil masuk, pendapatan yang diraih oleh anggotanya sampai 25 ribu poundsterling atau Rp 453 juta dalam satu tahun.

2. Delta Force

Kalau kamu pernah nonton film Black Hawk Down yang sempat booming tahun 90an pasti mengetahui pasukan khusus bernama Delta Force. Tentara yang berasal dari Amerika Serikat ini dibentuk sejak tahun 1977 guna melawan teroris.

Salah satu misinya yang pernah dijalani adalah menginvasi kelompok Taliban di Afghanistan tahun 2001 pasca peristiwa 9/11. Menurut salah satu tim perekrut, hanya 12 dari 240 orang peserta seleksi yang berhasil lolos menjadi tim Delta Force.

Anggota pasukan elit Amerika Serikat ini digaji termurah sekitar US$ 32 ribu atau setara Rp 455 juta per tahun.

3. Navy SEAL

Pasukan khusus dari militer angkatan laut Amerika Serikat ini dikenal memiliki kemampuan yang lengkap banget nih, mulai dari menembak sasaran, menyergap secara diam-diam sampai berenang dalam waktu yang lama.

Bahkan, salah satu proses rekrutnya sendiri sampai berenang menyeberangi samudera lepas dengan kondisi tangan serta kaki diikat. Jadi bisa dibayangin deh betapa susahnya jadi anggota kesatuan Navy SEAL yang udah berdiri sejak 1962.

Sangking susahnya hanya 6 persen dari total tentara yang berhasil lolos menjadi bagiannya. Dan kalau udah diterima gaji yang didapatkan juga sangat lumayan sekitar Rp 21 jutaan per bulan.

4. Sayeret Matkal

Sedikit bergeser ke negara Israel ada tim elit bernama Sayeret Matkal yang dibentuk pada tahun 1957. Tugasnya mirip seperti Navy Seals yang mengatasi segala bentuk kejahatan yang sulit diatasi.

Salah satu kasus yang membuat namanya populer ialah menangkap seorang sopir taksi bernama Eliyahu Gurel yang menyelundupkan 4 warga Palestina di sebuah lubang pabrik sedalam 10 meter tahun 2003.

Rata-rata tentara angkatan bersenjata Israel dibayar sekitar Rp 7 jutaan per bulan, sedangkan untuk pasukan elit seperti Sayeret Matkal angkanya berpotensi lebih besar dari itu.

5. Alpha Group

Rusia juga gak mau kalah dengan Inggris, Amerika dan Israel yang punya pasukan elit yang dinamakan dengan Alpha Group. Tim ini dibentuk oleh Komite keamanan Rusia atau KGB pada tahun 1974. Kala itu, Rusia masih tergabung dalam Uni Soviet.

Salah satu tugas utamanya adalah menanggulangi terorisme yang berhubungan sama negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin. Tahun 1979 mereka juga sempat datang ke Afghanistan untuk mengamankan kedutaan besar Rusia di sana. Setiap bulannya tentara Rusia diberi upah sekitar Rp 6,6 juta. Layaknya Sayeret Matkal angka yang lebih besar mungkin bakal didapatkan oleh Alpha Group. (*)

 

BERITA REKOMENDASI