Ini Cerita Giyanto, Pawang Kudanil GL Zoo Usai Ditinggal Mati Rekan Kerjanya

YOGYA (KRjogja.com) – Giyanto kini menjadi satu-satunya pawang kudanil di GL Zoo usai rekan kerjanya yakni Nanang Raharjo meninggal dunia akibat ditembak senapan angin oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu. Berbagai cerita menarik terjadi saat Giyanto harus mengurusi sendiri mamalia berbadan besar bernama 'Gombloh' ini.

Kepada wartawan Jumat (9/12/2016) Giyanto mengaku sempat bermimpi beberapa hari usai rekan kerjanya meninggal. Menurut dia, dalam mimpi tersebut Nanang masih terlihat membantu pekerjaannya seperti biasa layaknya sebelum hari nahas terjadi pada 30 Oktober 2016 lalu.

"Saya masih merasa Nanang membantu pekerjaan saya di kandang kudanil, saya mungkin masih terkenang karena setiap hari saya bertemu almarhum. Saya hanya bisa mendoakan supaya almarhum tenang di alam sana," ungkap pria asli Bantul ini.

Sepeninggal rekan kerjanya pula kini Giyanto harus bekerja dua kali lipat untuk bisa merawat Gombloh dan beberapa hewan lain yang menjadi tanggungjawab penuhnya. "Tidak saya jadikan beban karena saya dari awal menyukai pekerjaan ini, tapi memang harus lebih bekerja keras sedikit karena sekarang masih sendirian," imbuh bapak dua anak ini.

Memberi makan kudanil hingga membersihkan kandang kini menjadi rutinitas yang harus dilakukannya sendiri setiap hari. Suka duka merawat Gombloh pun dijalani dengan penuh syukur oleh karyawan yang telah mengabdi di GL Zoo sejak 2010 ini.

"Ya Gombloh itu kalau makan rumput kalanjana sehari bisa 30 kilogram, belum sama nasi jagungnya. Tapi karena saya berawal dari suka, jadi asyik saja melaksanakannya," pungkas Giyanto. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI