Ini Dampak Fenomena Hari Tanpa Bayangan

YOGYA, KRJOGJA.com – Siang tadi Yogyakarta terjadi fenomena hari tanpa bayangan atau Kulminasi. Peristiwa alam itu terjadi pukul 11.24 WIB. Apa dampak dari Kulminasi?

"Meningkatnya suhu udara akibat intensitas matahari yang diterima permukaan bumi. Maksimal dan akan tetap kita rasakan dalam beberapa hari ke depan seiring pergerakan matahari ke selatan," kata Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Sigit Hadi Prakosa kepada KRJOGJA.com saat dikonfirmasi, Minggu (13/10/2019).

Sejak beberapa hari lalu, suhu udara di DIY meningkat sampai dengan hari ini 13 Oktober suhu tercatat 34,8 Celcius.

Menurutnya, fenomena kulminasi matahari (jarak terdekat dengan bumi) menyebabkan semua benda tegak tidak terlihat bayangannya. Dan berlangsung sangat singkat, kiranya sekitar kurang dari lima menit.

"Bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri," jelasnya.

Sehingga, diimbauan kepada masyarakat agar menggunakan pelindung Surya untuk mengurangi sengatan matahari. Membawa bekal atau minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

"Terutaman bagi yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi ini akan sangat cenderung gersang," pungkasnya. 

Muhammad Adam warga Yogyakarta mengaku, sudah tiga hari terakhir ini suhu udara begitu gersang. Akibatnya sering merasa gerah.

"Di sekitar rumah bayangan masih nampak si, cuman kalau suhu udara memang sangat gersang. Seriko bekerja sebagai kuli yang seperti ini," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI