Ini Orang yang Pertama Bawa ‘Telolet’ ke Indonesia

YOGYA (KRjogja.com) – Demam bunyi klakson 'Telolet' sedang ramai dibicarakan masyarakat. Tidak banyak yang tahu siapa orang yang membawa 'Telolet' namun dari penulusuran KRjogja.com ke beberapa pengusaha bus maupun penggemar bus, tersebut lah sebuah nama H Teuku Eri Rubiansah, owner PO Efesiensi.

"Dulu tahun 2001, saya pertamakali beli klakson (telolet) di sebuah pameran otomotif di Jerman, tepatnya di Kota Hannover," kata Eri saat dihubungi KRjogja.com, Rabu (21/12/2016). Eri yang ketika dihubungi sedang off-road justru tak tahu kalau 'telolet' sedang jadi trending topic.

Asal mula 'om telolet om' tak lepas dari peran Eri. Waktu di Jerman Eri membeli satuan karena tidak mungkin membawa dalam jumlah banyak. Tujuannya dia ingin ada ciri khas di armada bisnya. 
Tahun-tahun tersebut, Eri memang tengah membangun armada bus trayek Jogja – Cilacap dan Jogja – Purwokerto.

Beberapa tahun kemudian saat pergi haji, di Jeddah dia menemukan klakson yang sama. Darisitulah ia kemudian tidak lagi membeli satuan, namun dalam jumlah banyak. Mampir setiap dia umroh, tak lupa ia belanja 'telolet' dalam jumlah yang tidak sedikit.

"Dulu mereknya yang paling bagus Marco, buatan Italia, harganya saat itu sekitar 300 real, " kata laki-laki kelahiran Kebumen 27 Juli 1967 yang memang hobi off-road.

Menurut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini, dengan bunyi klakson yang lain dari yang lain saat itu ia berharap masyarakat mudah mengenali.
Terbukti kemudian Efesiensi menjadi bus yang paling banyak diminati di jalur selatan Jawa Tengah-DIY.
Ciri khas armadanya yang menggunakan klakson telolet ternyata menarik rekan-rekannya. Ia akhirnya memberitahu tempat membeli 'Telolet'.

Kemudian bunyi klakson semakin terkenal setelah banyak anak-anak di pinggir jalan meminta sopir bus AKAP membunyikan klakson sehingga kemudian muncul 'om telolet om.

Itulah awal mula kemudian 'om telolet om' terkenal. Bahkan saat ini bunyinya bermacam-macam, bisa dibuat melodi. (Apw)

Baca Juga : Diawal kemunculannya 'Om Telolet Om' Timbulkan Prokontra

 

BERITA REKOMENDASI