Ini Penjelasan BI tentang Uang Rupiah yang Bergambar ‘Palu Arit’

YOGYA (KRjogja.com) – Heboh uang rupiah yang diisukan banyak pihak di media sosial ada gambar palu aritnya justru kesempatan emas bagi Bank Indonesia (BI) untuk melakukan sosialisasi tentang uang asli. Logo tersebut bukanlah gambar 'palu arit' namun salah satu pengaman agar uang rupiah tidak mudah dipalsukan.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Arif Budi Santoso saat ditemui KRjogja.com di stand Bank Indonesia di arena Sekaten, Alun-alun Utara, Jumat (18/11/2016). "Masyarakat jadi semakin membicarakan dan kita sosialisasikan apa yang benar," jabar Arief.

Ia sendiri mengaku heran mengapa isu tersebut bisa mencuat di permukaan. Dirinya menganggap ada pihak yang ingin menimbulkan keresahan di masyarakat. "Uang ini padahal dirilis tahun 2014 lho. Kok baru dibikin heboh sekarang ya," ungkapnya dengan tertawa.
 Menurut Arief, logo BI yang diisukan berwujud 'palu arit' itu sebenarnya adalah logo yang kelihatan jika diterawang. Teknik ini disebut rectoverso yaitu, teknik cetak khusus pada uang kertas yang membuat sebuah gambar berada di posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan belakang. Jika dilihat dengan cara biasa maka akan terlihat seperti ornamen yang tidak beraturan. Namun apabila diterawang atau disorot cahaya, rectoverso akan membentuk sebuah gambar yang utuh.
"Kalau kita terawang ini akan membentuk lambang BI. Ini salah satu ciri keamanan uang rupiah. Orang kita pintar melakukan pemalsuan jadi kami juga harus tingkatkan keamanannya," kata Arief. Saat ini setidaknya ada 8 pengaman di uang rupiah sehingga tidak mudah dipalsu.

Adanya pihak yang menuntut agar uang tersebut ditarik dari peredaran, BI tidak akan melakukannya. "Itu logo BI, bukan palu arit. Kita tidak akan tarik. Kita sosialisasikan," Ucapnya.

Ditambahkan Arief, saat ini program sosialisasi tentang uang palsu dari BI di Yogya sudah terlihat hasilnya. Masyarakat semakin peka dan teliti ketika menerima uang. "Misal di Gunungkidul kemarin, ketika ada pengedar uang palsu ditangkap. Itu karena warga di pelosok desa menerima uang yang langsung mereka periksa dan kemudian menangkap pengedarnya," pungkas Arief. (Mg-21)

 

BERITA REKOMENDASI