Ini Robot Lego yang Wakili Indonesia di India

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Sekilas tidak ada yang istimewa dari sebuah robot yang berbahan dasar Lego karya tim Astor yang mewakili Indonesia bertanding di kompetisi World Robot Olympiad (WRO) di New Delhi India 25-27 November 2016. Namun jangan salah, robot yang dirancang oleh tiga anak yakni Alif, Ransi dan Lingga pelajar asal Yogyakarta mampu mencerminkan betapa teknologi diharapkan membantu kehidupan manusia dalam hal ini pengelolaan sampah.

Robot yang masuk kategori Clean Road to School ini ternyata mampu menggantikan kinerja pekerja kebersihan (tukang sampah) untuk mengambil sampah di jalur yang telah ditentukan dan memproses lalu menyiapkannya sebagai sampah daur ulang. Meskipun masih sebatas robot kecil namun ide tersebut tampaknya sangat layak diapresiasi mengingat hal tersebut bagian dari teknologi yang mungkin bisa diaplikasikan di masa depan.

Angga Satya, salah satu pelatih tim Astor mengatakan ide pembuatan robot memang awalnya didasarkan pada tema perlombaan yakni Rap The Scrap yang ingin mengajak anak-anak memecahkan permasalahan pengelolaan sampah. Menurut dia, robot buatan anak Indonesia akan dinilai dari segi kecepatan dan ketepatan untuk mengambil lego (diumpamakan sampah) di rute yang telah ditentukan.

"Nanti penilaiannya siapa yang paling cepat dan paling tepat, juri-jurinya juga para ahli internasional. Memang cukup menantang untuk anak-anak," ungkapnya saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Rabu (23/11/2016).

Satu lagi robot yang akan turun nantinya akan mengikuti tantangan yang berbeda yakni mengumpulkan dan memilah sampah untuk dibawa ke tempat daur ulang sampah. "Dua robot tersebut nanti yang akan kami turunkan di WRO, saingannya mungkin lebih dari 74 tim dari 60 negara peserta," imbuhnya.

Disebutkan Angga, beberapa lawan berat akan menyambut tim Indonesia dalam perlombaan tersebut seperti China, Jepang dan Taiwan. "Negara-negara Asia memang ternyata bagus-bagus tapi kami bertekad tahun ini bisa lebih baik," imbuhnya.

Dua tim DIY yang mewakili Indonesia akan berlaga di dua kategori yakni Elementary usia di bawah 13 tahun dan Junior usia 13-15 tahun. Bersama pelatih dan beberapa orang tua, mereka berangkat menuju New Delhi India Rabu hari ini untuk kemudian bertanding 25-27 November 2016. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI