Ini yang Menyebabkan Pendapatan Penjual Batik di Beringharjo Turun

YOGYA (KRjogja.com) – Selain pedagang pakaian di Malioboro, pedagang batik di Pasar Beringharjo juga mengalami penurunan pendapatan pada libur Lebaran tahun ini. Penurunan omzet tersebut, menurut mereka, disebabkan karena beberapa faktor.

Wahyu Listyorini (50), salah satu pedagang batik di Pasar Beringharjo, mengatakan bahwa dibanding tahun lalu lapaknya mengalami penurunan pendapatan. “Tahun lalu bisa Rp 1 juta per hari, itu udah keuntungan bersih. Kalau sekarang paling kira-kira hanya Rp 600.000 sampai Rp 800.000 per hari,” ujar Wahyu pada krjogja.com, Rabu (13/7/2016).

Menurut Wahyu dan adiknya yang juga merupakan pedagang batik Pasar Beringharjo, Erlis Dyahpuspitasari (37), relokasi parkir mempunyai pengaruh pada jumlah pengunjung yang datang ke Pasar Beringharjo. “Memang terasa sekali pengunjung jadi semakin sedikit setelah parkirannya dipindah karena biasanya kalau parkiran khususnya pada penuh, terus pengunjung pada gak jadi ke pasar,” tutur Erlis yang saat itu membantu Wahyu menjaga lapak batik mereka.

Wahyu dan Erlis ternyata sudah merasakan penurunan omzet batik mereka sejak memasukai Ramadan tahun ini. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa libur lebaran yang bertepatan dengan libur tahun ajaran baru adalah faktor lain yang menyebabkan pendapatan mereka menurun.

Namun, berbeda dengan lapak batik milik Siska Triastanti (40). Ia menilai pendapatan tidak terlalu menurun. Rata-rata setiap hari ia mendapatkan keuntungan Rp 1 juta perharinya.  (Salsabila Annisa)

BERITA REKOMENDASI