Inovasi Kearsipan Tunjang Pembangunan

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengelolaan kearsipan yang dilakukan Pemkot Yogya berhasil masuk kategori baik. Bahkan hasil penilaian yang dilakukan oleh lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) merupakan yang tertinggi nasional dari 514 kabupaten/ kota di Indonesia. Inovasi dalam pengelolaan kearsipan pun mampu menunjang pembangunan

Arsip tidak boleh dipandang remeh. Itu akan menjadi otentifikasi setiap kegiatan sekaligus menjadi acuan kebijakan selanjutnya. Pada era perkembangan teknologi informasi saat ini, saya dorong tiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan inovasi, termasuk dalam bidang kearsipan," urai Walikota Yogya Haryadi Suyuti, Selasa (5/3).

Penghargaan pengelolaan kearsipan tersebut merupakan hasil Laporan Audit Kearsipan Eksternal (LAKE) 2018. Penghargaan diberikan pada saat Rapat Koordinasi Pengawasan Kearsipan Nasional pada 27-28 Februari hingga 1 Maret 2019 di Padang.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya Wahyu Hendratmoko, menambahkan total nilai yang diperoleh Pemkot Yogya ialah 90,33. Sejengkal lagi dengan 0,67 poin bisa menembus kategori sangat baik. "Penghargaan tidak hanya diberikan oleh ANRI namun juga Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Kemenpan RB menaruh perhatian karena
penilaian arsip akan mempengaruhi reformasi birokrasi yang digulirkan pemerintah," urainya.

Wahyu mengaku, terdapatdelapan variabel yang dilakukan penilaian pengelolaan kearsipan. Kebijakan dan dukungan yang diberikan oleh Walikota Yogya memberikanpengaruh yang sangat signifikan dalam menggerakkan pengelolaan arsip di tiap OPD. Di antaranya penerbitan 25 peraturan walikota (perwal) sepanjang 2018 lalu seiring diberlakukannya Perda 3/2017 tentang Penyelenggaraan Kearsipan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI