Inovasi Teknologi, Integrasikan Dunia Maya – Nyata

YOGYA, KRJOGJA.com – Dalam menghadapi perubahan era Revolusi Industri (RI) 4.0 dan dimulainya era Society 5.0, perlu adanya perubahan arah kebijakan pendidikan. Untuk mencari solusi terbaik dalam menjawab perubahan dan tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan The 4th International Conference on Current Issues in Education (4th ICCIE) dan The 2nd International Conference on Meaningful Education (2nd ICMED), Sabtu-Minggu (03-04/10/2020). Acara diselenggarakan melalui virtual tersebut menghadirkan lima narasumber dari tiga benua yaitu Austalia, Eropa, dan Asia.

Dr Ali Mustadi MPd, Ketua Panitia the 4th ICCIE 2020 mengatakan, inovasi pendidikan di era Revolusi Industri (RI) 4.0 dan era Society 5.0 diarahkan menjawab tantangan sekaligus alternatif dan solusi, yakni inovasi teknologi, mengintegrasikan dunia maya dengan dunia nyata/fisik. Adapun pembicara utama dalam kegiatan ini yaitu Assoc Prof Hayashi Masami PhD dari Tokyo Gakugei University, Jepang dengan mengusung topik: Transformation of Society 5.0 in Education: Lesson Learned from Japan. Selanjutnya sesi plenari pertama disampaikan oleh Prof Glykeria Fragkiadaki PhD dari Monash University, Australia dengan topik: Innovation on Early Childhood and Primary Education, dan Prof Juliane Stude PhD dari University of Münster, Jerman dengan topik: Multiple Literacy. Dua pembicara lainnya yaitu Prof Dato’ Dr Abdul Razak Ahmad dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia membawakan topik: New Paradigm in Managing Learning Environment dilanjutkan pembicara dari Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Prof Dr Siti Irene Astuti Dwiningrum MSi. dengan topik: Meaningful Education.

Menurut Ali Mustadi, konferensi ini diselenggarakan oleh FIP-UNY bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Malaysia dengan tujuan untuk mempertemukan sejumlah isu terkini dan kritis dengan para akademisi, peneliti, profesional, pengambil kebijakan pendidikan, dan praktisi dari berbagai bidang terkait pendidikan. “Mereka mendapat kesempatan dan apresiasi untuk bertukar pikiran, berkomunikasi, dan berdiskusi tentang inovasi pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan bagi semua pihak di era disrupsi ini,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI