Investor Dituntut Jeli Mengoleksi Saham

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masyarakat dan investor harus jeli dalam melihat beberapa sektor untuk mengoleksi saham-saham di DIY yang didominasi sektor konstruksi. Sehingga investor bisa berburu saham-saham yang bersinggungan dengan konstruksi, diantaranya sektor pariwisata dan properti. Sektor tersebut bisa dijadikan koleksi wahana investasi pasar modal sehingga bisa memberikan andil bagi pertumbuhan ekonomi di DIY.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza mengatakan, untuk mendongkrak pertumbuhan investor di DIY, pihaknya akan mencoba memperluas dan mensinergikan melalui sosialisasi serta edukasi menggandeng kampus, Pemda dan sebagainya. Kerjasama tersebut dapat diwujudkan dengan adanya galeri investasi mendekati titik-titik terdekat dengan masyarakat.

Baca juga :

‘Radja Melawan Arus’, Cara Warga Brontokusuman Tarik Perhatian Turis Prawirotaman
Pemda Diminta Perbanyak Komunikasi dengan Masyarakat

"Jumlah investor pasar modal di Indonesia masih kecil, sehingga pertumbuhannya menjadi fokus kami tahun depan. Sebab, jumlah investor saat ini baru 0,3 persen dari total jumlah penduduk Indonesia," kata Irfan.

Irfan menekankan, dengan pertumbuhan investor tersebut maka nominal transaksinya akan mengikuti, termasuk menggenjot jumlah UMKM. Para pelaku UMKM akan didorong agar bisa melantai di pasar modal melalui papan akselerasi bagi UMKM. Salah satu upaya untuk mencetak investor pasar modal di DIY dengan cara massal sehingga bisa menjaring banyak investor sekaligus.

"Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) yang diikuti pengembangan kawasan aerotropolis, tentu melibatkan banyak perusahaan yang juga listing di BEI. DIY sudah sangat maju satu dasawarsa kedepan, sehingga sektor pariwisata dan properti bisa dimanfaatkan," tandasnya.

Pihaknya meminta masyarakat DIY jangan jadi penonton dan diharapkan ikut menikmati dengan membeli saham di perusahaan yang melakukan pembangunan yang listing di bursa efek. BEI juga akan merintis start up desa yang bisa diarahkan menjadi rintisan platform UMKM dengan alokasi anggaran dari BUMDes.

"Kami bermimpi akan ada satu galeri investasi di bandara dan membuat galeri investasi satelit di kampus, di mana kampus memiliki SMA dan desa binaan," pungkas Irfan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI