Investor Pasar Modal DIY Diprediksi Tumbuh Pesat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jumlah investor pasar modal di DIY mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 68.117 investor hingga Desember 2020 lalu. Meskipun masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19, justru pasar modal DIY maupun pasar modal tanah air tetap bertumbuh tidak terkecuali tahun 2021 ini.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY, Irfan Noor Riza mengatakan realisasi pertumbuhan jumlah investor pasar modal sebanyak 68.117 investor tersebut merupakan suatu angka pertumbuhan jumlah investor tahunan tertinggi di DIY selama ini. Sementara itu, jumlah total transaksi pasar modal di DIY mencapai Rp 26,157 triliun dengan rata-rata transaksi per bulan mencapai Rp 2,179 triliun sepanjang 2020 lalu.

“Dengan capaian pertumbuhan jumlah investor di DIY yang justru tinggi maupun realisasi transaksi yang total mencapai Rp 26,157 investor di tengah pandemi Covid-19 pada 2020. Dengan capaian tersebut, maka kami sangat optimis pasar modal di DIY akan semakin bertumbuh kedepannya,” terang Irfan di Yogyakarta, Jumat (29/01/2021).

Irfan menjelaskan realisasi capaian jumlah investor maupun nilai transaksi pasar modal di DIY pada 2020 lalu mengalami peningkatan atau kenaikan yang signifikan. Dari data BEI DIY, tercatat jumlah investor pasar modal di DIY mencapai 48.922 investor dengan total nilai transaksi mencapai Rp 15,669 triliun atau rata-rata Rp 1,424 triliun per bulan sepanjang 2019 lalu.

Jumlah investor pasar modal di DIY baru di angka 49.649 investor pada Januari 2020 kemudian bertambah signifikan mencapai 68.117 investor pada Desember 2020. Sehingga pertumbuhan jumlah investor di DIY berkisar 18.468 investor selama Januari hingga Desember 2020.

“Jadi kami sangat optimis pasar modal DIY akan semakin bertumbuh kedepan didukung beberapa katalis positif. Pemerintah juga meyakini ketidakpastian pasar modal akibat pandemi selama 2020 akan berakhir,” tegasnya.

Katalis positif yang dinilai akan mendorong pasar modal di DIY pada 2021, disampaikan Irfan mulai dari pemerintah mulai bisa mengatasi pandemi Covid-19 tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang rendah dan stimulus fiskal pemerintah untuk mendorong ekonomi akan lebih baik. Tingkat kepercayaan pelaku pasar akan pulih sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terkerek hingga kisaran 6.800 hingga 7.000 pada akhir Desember 2021.

Pemerintah pun telah meluncurkan berbagai kebijakan stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi pada 2021. Selain berbagai strategi mendorong pemulihan ekonomi, pemberlakuan Undang Undang (UU) Cipta Kerja juga akan direspons positif pasar saham.

“Ditambah dilaksanakannya program vaksinasi Covid-19 pada tahun ini akan semakin memperkuat sentimen positif pasar modal yang sudah terlihat sejak akhir 2020,” imbuh Irfan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI